Penggunaan sunscreen tetap disarankan meskipun cuaca sedang mendung atau seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam bangunan. Perlindungan ini diperlukan karena kulit masih dapat terpapar radiasi ultraviolet yang berasal dari sinar matahari.
Anggapan bahwa sunscreen hanya dibutuhkan ketika matahari terik atau saat melakukan kegiatan di luar ruangan dinilai tidak tepat. Pada kondisi tertentu, paparan sinar ultraviolet tetap berlangsung meski intensitas cahaya yang dirasakan tidak sekuat ketika langit cerah.
Sinar UVA tetap menembus awan dan kaca
Salah satu alasan utama pentingnya sunscreen dalam kondisi mendung maupun di dalam ruangan berkaitan dengan karakteristik sinar ultraviolet atau UV. Sinar matahari memancarkan dua jenis radiasi utama yang dapat mencapai permukaan bumi, meski materi sumber tidak merinci keduanya secara keseluruhan.
Saat langit tertutup awan, sengatan sinar UVB memang berkurang. Namun, hingga 80 persen sinar UVA disebut masih dapat menembus tutupan awan. Karena itu, kulit tetap berpotensi terpapar UVA ketika seseorang bekerja di dekat jendela yang terang atau beraktivitas di luar gedung saat cuaca berawan.
Sinar UVA juga dapat menembus kaca. Kondisi ini membuat orang yang berada di dalam rumah atau bangunan, terutama di area dekat jendela, tetap perlu memperhatikan perlindungan kulit. Paparan tersebut dapat terjadi secara terus-menerus sepanjang aktivitas harian.
Risiko kerusakan kulit dalam jangka panjang
Paparan UVA tanpa perlindungan, baik saat berada di dalam ruangan maupun ketika cuaca tampak redup, dapat memicu pembentukan radikal bebas di dalam sel kulit. Proses tersebut berisiko merusak serat kolagen dan elastin.
Kerusakan pada kedua komponen tersebut dikaitkan dengan photoaging atau penuaan kulit akibat paparan cahaya. Materi sumber menekankan bahwa penggunaan sunscreen diperlukan untuk membantu menjaga kesehatan kulit dari dampak paparan jangka panjang, bukan hanya untuk menghadapi rasa perih atau terbakar akibat sinar matahari.
Selain radiasi UVA, perangkat elektronik yang digunakan di dalam ruangan juga disebut memancarkan blue light atau HEV light. Paparan cahaya ini dapat memicu stres oksidatif dan memperburuk penumpukan pigmen, terutama pada kulit yang sensitif.
Perlindungan tetap diperlukan dalam aktivitas harian
Berdasarkan alasan tersebut, sunscreen tidak semestinya dipandang hanya sebagai produk untuk kegiatan luar ruangan atau kondisi panas. Perlindungan kulit tetap relevan ketika seseorang berada di rumah, bekerja di dekat jendela, maupun melakukan aktivitas di luar bangunan saat langit berawan.
Materi sumber menyebut adanya panduan penggunaan sunscreen untuk memperoleh perlindungan optimal sehari-hari. Namun, rincian panduan tersebut tidak tercantum dalam informasi yang tersedia. Karena itu, hal yang dapat ditegaskan dari materi ini adalah pentingnya mempertahankan perlindungan kulit terhadap paparan UVA, termasuk ketika awan menghalangi sinar matahari atau aktivitas dilakukan di dalam bangunan.
Sumber: ANTARA News – Terkini
