Berita  

Teknologi Telematika Turunkan Pengereman Mendadak Armada Aerotrans hingga 57 Persen

Sejak 2024, lebih dari 250 kendaraan Aerotrans terhubung melalui platform Geotab untuk memantau kendaraan dan perilaku pengemudi.

Sertifikatin 1

Penggunaan teknologi telematika dalam pengelolaan armada membantu Aerotrans, penyedia layanan transportasi darat untuk Garuda Indonesia Group, menurunkan kejadian pengereman mendadak hingga 57 persen.

Informasi tersebut disampaikan dalam diskusi di Jakarta, Kamis. Penurunan itu tercatat setelah Aerotrans sejak 2024 menghubungkan lebih dari 250 kendaraan melalui Geotab, solusi yang mengumpulkan data kendaraan sekaligus memantau perilaku berkendara pengemudi.

Selain pengereman mendadak, perusahaan mencatat perbaikan pada sejumlah indikator operasional. Akselerasi agresif berkurang 66 persen, sedangkan durasi kendaraan dalam kondisi idle turun 22 persen setelah solusi telematika diterapkan.

Data kendaraan dan perilaku pengemudi

Direktur Aerotrans Kadek Bayu Temaja mengatakan, aplikasi pengelolaan armada membantu perusahaan meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional. Menurut dia, pemanfaatan teknologi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan sebagai pengelola jasa transportasi udara.

“Solusi yang dapat berkembang seiring dengan pertumbuhan bisnis dan operasional kami” menjadi salah satu pertimbangan Aerotrans dalam memilih platform, kata Bayu. Ia juga menekankan kebutuhan perusahaan terhadap informasi atau insight secara real-time, dengan perhatian pada aspek presisi dan keselamatan.

Penerapan teknologi itu turut membantu Aerotrans mencapai peringkat keselamatan armada sebesar 89 persen. Perusahaan juga mencatat peningkatan 61 persen dalam prediksi tingkat kecelakaan per kilometer.

Cara kerja sistem telematika

Dalam ekosistem Geotab, perangkat telematika GO9 merekam berbagai data kendaraan dan aktivitas berkendara. Data tersebut mencakup lokasi berbasis GPS, peristiwa yang berkaitan dengan gaya gravitasi atau g-force, serta informasi mengenai kondisi mesin dan baterai.

Informasi dari kendaraan kemudian diintegrasikan melalui MyGeotab. Platform ini menggabungkan data kendaraan dan pengemudi dalam satu sistem pengelolaan armada, sehingga perusahaan dapat menggunakan informasi tersebut untuk memantau operasional dan keselamatan secara lebih terukur.

Geotab juga menyediakan GO Focus Plus. Perangkat atau solusi tambahan ini menghadirkan konteks video berbasis kecerdasan buatan serta peringatan di dalam kabin. Peringatan tersebut ditujukan untuk sejumlah risiko, antara lain kelelahan, gangguan konsentrasi, dan jarak berkendara yang terlalu dekat.

Pengelolaan keselamatan berbasis data

Menurut Bayu, pengumpulan data kendaraan dan perilaku berkendara menjadi bagian penting dalam pengelolaan keselamatan armada. Data itu memungkinkan perusahaan melihat berbagai indikator operasional secara lebih terukur setelah armada terhubung dalam satu sistem.

Bagi Aerotrans, penggunaan telematika tidak hanya berkaitan dengan pemantauan kendaraan, tetapi juga mencakup evaluasi perilaku mengemudi dan kondisi operasional. Penurunan pengereman mendadak, akselerasi agresif, serta durasi idle menjadi sejumlah hasil yang dicatat perusahaan setelah solusi tersebut digunakan.

Sumber: ANTARA News – Terkini

Home Trending Kontak