Berita  

Tradisi Jepang dan Pertunjukan Oni Warnai Pembukaan Asian Para Games 2026

Sebanyak 45 kontingen mengikuti parade, termasuk 47 peserta Indonesia dengan busana bertema Sekar Jagat Vijaya

Sertifikatin 1

NAGOYA — Upacara pembukaan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Jepang, Minggu malam, 18 Oktober. Rangkaian acara tersebut menampilkan beragam seni dan tradisi Jepang sebelum para atlet dari 45 kontingen mengikuti parade peserta.

Salah satu pertunjukan utama dalam acara pembukaan itu adalah The Festival of Flame yang disutradarai Kaiji Moriyama. Pertunjukan tersebut menghadirkan Oni, makhluk mitologi tradisional Jepang, yang muncul dari berbagai penjuru stadion diiringi tabuhan genderang dan hamburan tepung putih.

Tepung putih dalam ritual tersebut menjadi simbol penyucian. Kehadiran para Oni yang berasal dari Festival Oni Toyohashi, Kuil Takisanji, dan Festival Hana menggambarkan harapan terhadap kedamaian dan keberhasilan. Prosesi itu sekaligus menjadi bagian dari penyambutan atlet yang akan bertanding dalam ajang olahraga disabilitas terbesar di Asia.

Pertunjukan budaya membuka rangkaian acara

Nuansa budaya Jepang telah diperkenalkan sejak awal upacara melalui karakter boneka burung hantu bernama Konoha. Dalam kisah yang diangkat pada pertunjukan pembukaan, Konoha menantikan selesainya sebuah gerbang penyambutan.

Gerbang tersebut kemudian digunakan sebagai jalur masuk para atlet ketika parade peserta dimulai. Selain pertunjukan The Festival of Flame, acara juga dimeriahkan tarian GAKU oleh kelompok penari NEKKO-TAI dan penampilan penari utama HA-RE.

Indonesia turut mengikuti parade dengan mengirimkan 47 peserta yang terdiri atas atlet, pelatih, dan tim Chef de Mission atau CdM. Kontingen Indonesia mengenakan busana bertema Sekar Jagat Vijaya yang dirancang oleh Ivan Gunawan.

Pesan persatuan melalui olahraga

Selain menonjolkan kekayaan budaya Jepang, upacara pembukaan mengangkat konsep “We Are Beautiful Individuals”. Konsep itu menggambarkan keunikan setiap individu tanpa membedakan disabilitas, kebangsaan, maupun budaya.

Pesan tersebut berjalan seiring dengan slogan “Imagine One Heart”. Slogan itu mengajak masyarakat memahami perjuangan para atlet dan membangun persatuan melalui olahraga.

Rangkaian seremoni juga mencakup pengibaran bendera Asian Paralympic Committee (APC) dan pembacaan sumpah atlet. Setelah itu, estafet obor melibatkan sejumlah tokoh olahraga disabilitas Jepang, termasuk Junichi Kawai dan Momoka Muraoka.

Estafet obor dan penyalaan kuali utama

Estafet obor berakhir dengan penyalaan kuali utama. Kuali tersebut dibuat oleh para perajin lokal menggunakan kayu bakar dan jerami.

Upacara kemudian ditutup dengan penampilan seluruh pengisi acara bersama karakter Konoha. Karakter burung hantu itu digambarkan mengepakkan sayap, sementara penonton bertepuk tangan mengikuti irama tradisional Jepang san-san-nana-byoshi.

Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung pada 18-24 Oktober. Ajang tersebut menjadi penyelenggaraan pertama Asian Para Games di Jepang.

Sumber: ANTARA News – Terkini

Home Trending Kontak