Ketua Forum Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Jakarta Utara, Iwan Iryansyah, menilai peringatan Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk menyatukan tekad dalam membangun Indonesia ke depan.
Pernyataan itu disampaikan Iwan di Jakarta, Rabu. Menurut dia, pemuda tidak hanya dipandang sebagai bagian dari masa depan, tetapi juga sebagai kekuatan yang ikut membentuk arah masa depan tersebut.
Ia mengatakan semangat Sumpah Pemuda lahir dari keberanian generasi muda yang memiliki latar belakang berbeda untuk menyatukan tekad demi Indonesia. Karena itu, nilai tersebut perlu diteruskan oleh pemuda masa kini melalui karya, persaudaraan, dan tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Potensi Pemuda Jakarta Utara
Iwan melihat Jakarta Utara memiliki beragam potensi yang dapat mendukung pembangunan daerah. Potensi itu mencakup kemajemukan masyarakat, dinamika sosial dan ekonomi, serta kekuatan generasi mudanya.
Menurut dia, seluruh potensi tersebut perlu dirawat dan dikembangkan. Dengan demikian, organisasi kepemudaan tidak hanya hadir secara kelembagaan, tetapi juga memberikan kontribusi yang dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Iwan berharap pemuda Jakarta Utara tidak hanya dikenal karena jumlah organisasinya atau keberanian menyampaikan kritik. Ia mendorong mereka untuk mampu menghadirkan gagasan, menawarkan solusi, dan terlibat dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Ia juga menilai semangat persatuan pemuda dapat diwujudkan dalam warisan yang mempererat kebersamaan lintas organisasi dan komunitas. Warisan itu, menurut Iwan, bukan sekadar simbol, melainkan nilai persahabatan, persaudaraan, dan kolaborasi yang terus hidup lintas generasi.
Dialog Kepemudaan sebagai Ruang Kolaborasi
Iwan menilai langkah Pemerintah Kota Jakarta Utara menggelar dialog kepemudaan memiliki arti lebih dari sekadar pertemuan atau agenda seremonial. Dialog tersebut mengangkat tema “Meneguhkan Potensi dan Peran Serta Pemuda Jakarta Utara Menyongsong 5 Abad Jakarta”.
Menurut dia, forum itu perlu dimanfaatkan untuk mempertemukan gagasan, membangun kesepakatan, dan mendorong lahirnya gerakan bersama. Dengan pendekatan tersebut, dialog kepemudaan diharapkan menjadi ruang bagi berbagai organisasi dan komunitas untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah.
Pemkot Jakarta Utara menggelar dialog publik tersebut dalam rangka memperkuat keterlibatan pemuda pada pembangunan daerah sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98. Kegiatan itu menjadi wadah untuk membahas potensi serta peran pemuda Jakarta Utara dalam menyongsong 5 Abad Jakarta.
Bagi Iwan, keterlibatan pemuda perlu diwujudkan melalui tindakan yang konkret. Persatuan tidak berhenti pada peringatan atau slogan, tetapi diterjemahkan menjadi kerja sama antarkelompok, gagasan yang dapat dijalankan, dan kontribusi bagi masyarakat.
Dengan demikian, organisasi kepemudaan di Jakarta Utara diharapkan mampu menjaga semangat persaudaraan sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan sesuai potensi yang dimiliki daerah dan generasi mudanya.
Sumber: ANTARA News – Terkini















