INFOJAWATIMUR.COM – Inovasi pertanian karya anak bangsa kembali mencatatkan pencapaian penting. Varietas padi HMS 700 yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Ir. Hariyadi, M.P., melalui Pusat Kajian Pertanian Organik Terpadu (PKPOT) Malang, Jawa Timur, dinyatakan lulus Uji Multilokasi (UML) dalam sidang evaluasi di Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada 15 Oktober 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang pengembangan HMS 700 sebagai salah satu varietas padi hasil pemuliaan dalam negeri. Pihak pengembang juga menyampaikan bahwa HMS 700 telah memperoleh Surat Keputusan (SK) Pelepasan Varietas dari Menteri Pertanian.
Pencapaian ini tidak diraih secara instan. Sebelum dinyatakan memenuhi persyaratan pelepasan varietas, HMS 700 harus melalui serangkaian pengujian adaptasi selama kurang lebih satu tahun di berbagai wilayah Indonesia.
Proses pengujian tersebut melibatkan lembaga penelitian padi di Sukamandi, Jawa Barat, untuk mengevaluasi kemampuan adaptasi, karakteristik agronomis, serta konsistensi performa tanaman pada kondisi lingkungan dan agroekosistem yang berbeda.
Berdasarkan keterangan pihak pengembang, hasil pengujian kemudian dipresentasikan dan dievaluasi dalam sidang di Kementerian Pertanian pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Sidang tersebut disebut melibatkan lima profesor bergelar doktor serta sejumlah pakar dan pemulia tanaman padi dari berbagai kalangan pertanian Indonesia. Melalui evaluasi ilmiah dan pembahasan hasil pengujian, HMS 700 akhirnya dinyatakan lulus.
“Alhamdulillah, padi HMS 700 telah lulus uji UML dan mendapat SK Pelepasan Varietas dari Menteri Pertanian,” demikian keterangan yang disampaikan pihak pengembang HMS 700.
Hasil Inovasi Peneliti Pertanian dari Malang
Di balik pengembangan HMS 700 terdapat peran Prof. Dr. Ir. Hariyadi, M.P., akademisi dan peneliti pertanian yang juga merupakan pendiri Pusat Kajian Pertanian Organik Terpadu (PKPOT) di Kabupaten Malang.
Melalui lembaga tersebut, Hariyadi terus mendorong kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi pertanian, khususnya pemuliaan tanaman padi dan penerapan sistem budidaya yang berorientasi pada produktivitas serta keberlanjutan lingkungan.
HMS 700 merupakan salah satu hasil pengembangan yang telah melalui berbagai tahapan penelitian dan uji lapangan.
Sebelumnya, varietas ini juga telah diperkenalkan kepada petani di sejumlah daerah. Salah satunya melalui kegiatan uji coba penanaman di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang mendapat perhatian pemerintah daerah pada Agustus 2025.
Dalam kegiatan tersebut, HMS 700 dilaporkan mempunyai potensi produksi sekitar 10 hingga 14 ton per hektare berdasarkan pengamatan lapangan. Kendati demikian, capaian produktivitas aktual tetap bergantung pada kondisi lahan, iklim, pengelolaan tanaman, serta penerapan teknologi budidaya.
Pengembangan HMS 700 mencerminkan pentingnya kolaborasi antara akademisi, lembaga penelitian, pemerintah, dan petani untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pertanian nasional.
Melalui Pengujian Ilmiah Selama Satu Tahun
Uji multilokasi merupakan salah satu tahapan penting dalam proses evaluasi calon varietas unggul tanaman.
Melalui pengujian di sejumlah lokasi dengan karakteristik agroklimat berbeda, peneliti dapat mempelajari stabilitas hasil, kemampuan adaptasi, serta karakteristik tanaman sebelum direkomendasikan untuk dikembangkan lebih luas.
Bagi HMS 700, proses pengujian selama kurang lebih satu tahun menjadi bagian penting untuk menghasilkan data ilmiah sebagai dasar evaluasi dalam sidang pelepasan varietas.
Kelulusan tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi PKPOT Malang, sekaligus menunjukkan kontribusi lembaga penelitian daerah dalam pengembangan inovasi benih padi nasional.
Berpeluang Mendukung Swasembada Pangan Nasional
Keberhasilan HMS 700 memperoleh persetujuan pelepasan varietas diharapkan membuka peluang pengembangan benih unggul secara lebih luas dengan tetap mengikuti ketentuan perbenihan yang berlaku.
Di tengah kebutuhan peningkatan produksi beras nasional, pengembangan varietas padi yang adaptif dan memiliki potensi hasil tinggi menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ketahanan pangan.
Namun, keberhasilan suatu varietas tidak hanya ditentukan oleh potensi produksinya. Ketersediaan benih bermutu, kemampuan adaptasi terhadap kondisi setempat, biaya budidaya, hingga pendampingan teknis bagi petani juga menjadi faktor penentu keberhasilan di lapangan.
Karena itu, tahapan lanjutan berupa penyediaan benih sumber, perbanyakan benih, pengendalian mutu, dan penerapan teknologi budidaya yang sesuai menjadi aspek penting untuk memastikan manfaat HMS 700 dapat dirasakan masyarakat pertanian.
Bagi PKPOT Malang, kelulusan HMS 700 dalam sidang Kementerian Pertanian pada 15 Oktober 2026 merupakan momentum penting untuk melanjutkan pengembangan inovasi pertanian berbasis penelitian dalam negeri.
Pencapaian ini sekaligus memperlihatkan bahwa kontribusi peneliti dan pemulia tanaman Indonesia memiliki peran strategis dalam menghadirkan alternatif varietas padi yang berpotensi meningkatkan produktivitas, mendukung kesejahteraan petani, dan memperkuat kemandirian pangan nasional.
















