Komisi Eropa mempresentasikan peta jalan aksesi bagi Ukraina dan tiga negara kandidat utama lainnya untuk bergabung dengan Uni Eropa (EU). Dalam paket perluasan tahunan yang disampaikan pada Rabu (4/11), lembaga eksekutif EU itu menekankan bahwa pencapaian menuju keanggotaan sangat bergantung pada pelaksanaan reformasi.
Peta jalan tersebut mencakup Ukraina, Montenegro, Albania, dan Moldova. Untuk Ukraina, Komisi Eropa meminta pemerintah di Kiev mempercepat sejumlah pembenahan agar dapat mengejar target menyelesaikan perundingan keanggotaan pada akhir 2028.
Ukraina diminta memperkuat reformasi utama
Komisi Eropa menyebut Ukraina telah membuka empat klaster negosiasi dalam satu tahun terakhir. Negara itu juga dinilai telah memenuhi syarat untuk membuka seluruh klaster yang masih tersisa.
Meski demikian, Komisi Eropa meminta Ukraina memusatkan perhatian pada beberapa tolok ukur penting. Bidang yang disoroti meliputi supremasi hukum, penguatan lembaga demokrasi, reformasi administrasi publik, serta pelaksanaan rencana aksi terkait minoritas nasional.
Dalam penilaiannya, lembaga-lembaga khusus antikorupsi di Ukraina secara umum masih beroperasi secara independen dan efektif. Pernyataan itu menjadi bagian dari gambaran Komisi Eropa mengenai perkembangan reformasi di negara tersebut, sekaligus menunjukkan area yang tetap menjadi perhatian dalam proses aksesi.
Target penyelesaian negosiasi pada akhir 2028 belum berdiri sendiri. Komisi Eropa menegaskan bahwa kemajuan Ukraina menuju keanggotaan akan ditentukan oleh seberapa jauh reformasi yang diminta dapat dijalankan dan dipertahankan.
Montenegro berada paling depan
Selain Ukraina, paket perluasan itu menguraikan tonggak bagi Montenegro, Albania, dan Moldova. Montenegro disebut sebagai negara yang paling dekat dengan penyelesaian pembicaraan aksesi setelah menutup sementara 21 bab negosiasi.
Menurut Komisi Eropa, Montenegro berpeluang menutup bab-bab yang tersisa pada akhir tahun ini. Pekerjaan terkait perjanjian aksesi untuk negara tersebut juga telah dimulai.
Albania menargetkan penyelesaian negosiasi pada 2027, sedangkan Moldova menetapkan sasaran pada awal 2028. Namun, Komisi Eropa menyatakan kedua target itu tetap bergantung pada keberlanjutan reformasi yang dilakukan masing-masing negara.
Kandidat akan diintegrasikan sebelum menjadi anggota
Komisi Eropa juga mengusulkan kerangka kerja bersama untuk mengintegrasikan negara-negara kandidat ke sejumlah sektor sebelum mereka resmi menjadi anggota EU. Sektor yang disebut mencakup energi, transportasi, digital, dan pertahanan.
Melalui kerangka tersebut, negara kandidat dapat dipersiapkan untuk terlibat lebih dekat dalam sektor-sektor strategis Uni Eropa selama proses menuju keanggotaan berlangsung. Komisi Eropa menyatakan dialog mengenai kerangka kerja itu akan dimulai dalam enam bulan ke depan.
Dengan demikian, paket perluasan tahunan tersebut tidak hanya menetapkan target waktu bagi setiap kandidat, tetapi juga mengaitkan kemajuan aksesi dengan reformasi domestik dan keterlibatan bertahap dalam sektor-sektor utama EU. Bagi Ukraina, pembukaan klaster negosiasi menjadi kemajuan, tetapi percepatan reformasi tetap menjadi syarat penting untuk mencapai target akhir 2028.
Sumber: ANTARA News – Terkini



















