Top! UMKM Tekstil Asal Bekasi Ini adalah Terwujud Maju Bersama BRI

Top! UMKM Tekstil Asal Bekasi Hal ini adalah Terjadi Maju Bersama BRI

Jakarta – INFOJAWATIMUR.COM – Usaha tekstil ramah lingkungan sekarang semakin berprogres di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, juga Menengah (UMKM). Salah satunya Qaniacraft Ecoprint, usaha milik Aminah Tri Astuti dalam Kranggan Permai, Bekasi.

Mengusung konsep sustainable fashion, Aminah mengolah kain dengan motif alami dari dedaunan juga pewarna nabati.

Menariknya, ide usaha ini berawal dari hal sederhana. Aminah mengenal ecoprint secara bukan sengaja sewaktu membantu anaknya menghasilkan tugas sekolah.

“Anak saya waktu itu dapat tugas menghasilkan shibori. Saat mencari referensi pada internet, saya justru menemukan teknik ecoprint. Dari situ saya coba sendiri pada rumah, meskipun percobaan pertama gagal sebab saya salah pakai alat,” ucapannya disitir hari terakhir pekan (7/11/2025).

Kegagalan yang dimaksud justru membuatnya semakin tertarik. Saat pandemi berlangsung, ia memanfaatkan waktu di dalam rumah untuk mempelajari teknik ecoprint lebih lanjut pada melalui workshop daring kemudian komunitas sesama pengrajin.

Kini, Qaniacraft memproduksi beragam jenis busana, seperti pashmina, outer, vest, hingga busana modern. Layanan berbahan kain alami ini dikerjakan secara manual dengan teknik yang memerlukan waktu kemudian ketelatenan.

Dalam tahapan produksinya, Qaniacraft Ecoprint menggunakan teknik pewarnaan alami yang tersebut seluruhnya dilaksanakan secara manual. Aminah menjelaskan bahwa ecoprint memiliki beberapa metode, seperti pounding (dipukul) lalu steam (dikukus).

Teknik yang dimaksud digunakan Qaniacraft membutuhkan waktu cukup lama, mencapai dua hingga tiga minggu. Prosesnya dimulai dari kain putih yang dibersihkan terlebih dahulu melalui tahap scouring untuk menghilangkan sisa minyak pabrik. Setelah itu kain masuk ke tahap mordan, yaitu tahapan menyiapkan kain agar dapat mengangkat warna alami dengan baik.

“Selama pandemi saya banyak belajar dari komunitas. Setelah situasi membaik, kami mulai belajar tatap muka kemudian bergabung beragam pelatihan, termasuk persoalan kegiatan bisnis dan juga desain motif. Karena pandemi, saya sejumlah waktu dalam rumah untuk eksplorasi,” jelasnya.

Berbekal pengalaman di bidang butik yang tersebut dimilikinya sebelumnya, Aminah mulai mengembangkan Qaniacraft berubah menjadi usaha yang lebih tinggi terarah. Ia juga berpartisipasi mengikuti bervariasi pameran serta peragaan busana dengan rekan-rekan pengrajin.

Selain mengembangkan usahanya, Aminah juga membentuk komunitas Bekasi Ecoprint Club, yang tersebut pada masa kini beranggotakan 13 brand ecoprint yang tersebut saling belajar lalu berprogres bersama.

“Kami banyak mengadakan kegiatan seperti ecopounding, fashion show di mal, lalu pameran bersama. Lewat komunitas, kami bisa saja saling tukar pengalaman, belajar teknik baru, juga memperluas jaringan,” katanya.

Bagi Aminah, Qaniacraft tidak cuma masalah bisnis, tetapi juga tentang berbagi ilmu serta mengembangkan peluang kreatif bersatu pelaku UMKM lainnya.

Untuk mengembangkan usahanya, Aminah bergabung dengan Rumah BUMN BRI Ibukota Indonesia pada pertengahan 2025. Ia mengikuti kegiatan pelatihan dan juga inkubasi kegiatan bisnis selama tiga bulan yang mana berfokus pada pengembangan pemasaran dan juga digitalisasi usaha.

Melalui inisiatif BRIncubator, Aminah mendapatkan kesempatan mempelajari kegiatan bisnis secara lebih lanjut mendalam, khususnya pada bidang pemasaran kemudian pengembangan produk.

“Saya bergabung pelatihan intensif selama tiga bulan, fokusnya ke strategi marketing. Banyak hal baru yang digunakan saya pelajari, mulai dari cara menentukan target lingkungan ekonomi hingga memproduksi iklan yang digunakan efektif,” ungkapnya.

Selama mengikuti beragam kegiatan pembinaan di dalam Rumah BUMN BRI, Aminah mengaku merasakan dampak nyata terhadap perkembangan bisnisnya.

“Pembinaan BRI ini sangat bermanfaat. Banyak ilmu baru yang out of the box, wawasan, hingga insight yang dimaksud sebelumnya tidak ada saya ketahui. Harapan saya, semoga pendampingan ini terus berkelanjutan serta semakin intensif, sehingga benar-benar memberikan kegunaan bagi para pelaku UMKM,” tutupnya.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa BRIncubator merupakan acara pelatihan lalu pendampingan bagi UMKM binaan Rumah BUMN yang digunakan melalui serangkaian kurasi. Rencana ini berfokus pada peningkatan kapasitas serta kapabilitas pelaku perniagaan agar siap menembus pangsa ekspor.

“BRIncubator menjadi komitmen BRI pada membantu UMKM untuk tumbuh kemudian naik kelas. Melalui pendekatan pelatihan yang dimaksud terarah serta sistematis juga pendampingan yang mana berkelanjutan, inisiatif ini dirancang agar UMKM dapat meningkat secara berkelanjutan,” ungkap dia.

Hingga ketika ini Rumah BUMN BRI tercatat sejumlah 54 yang tersebar dalam beberapa wilayah di dalam Indonesi serta telah lama mengatur 17 ribu pelatihan.

“Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, serta kemudahan akses, UMKM didorong untuk menguatkan daya saing lalu menghasilkan kembali nilai tambah ke pasar,” tegasnya.

Need Help? Chat with us