
Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM –
Ketua Serikat Pekerja Produktiva Jawa Timur, Ir. H. M. Asrori Murtadlo menegaskan komitmennya untuk terus membantu, membela, dan meningkatkan kesejahteraan para pekerja di tengah kondisi ekonomi yang semakin menantang.
Hal tersebut disampaikan saat wawancara bersama tim media infojawatimur.com, Jumat(22/5/2026) di Kantor DPW SP Produktiva Jawa Timur, Jalan Cisedane Nomor 5 Surabaya. Menurut Asrori, kondisi nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor usaha.
“Dengan kondisi terkini yang kita pahami bersama, yang dikhawatirkan adalah munculnya gelombang PHK. Karena itu saat ini yang perlu difokuskan adalah bagaimana memahamkan para pekerja supaya tidak terlalu terpuruk dengan kondisi yang ada,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para pekerja harus memahami hak-haknya apabila sewaktu-waktu menghadapi PHK. Menurutnya, di situlah fungsi penting serikat pekerja hadir untuk memberikan pendampingan dan perlindungan kepada anggotanya.
Selain itu, kondisi ekonomi saat ini juga dinilai semakin memberatkan baik bagi pekerja maupun pengusaha. Kenaikan harga kebutuhan pokok dan kesulitan perusahaan mempertahankan stabilitas usaha disebut dapat memengaruhi arus kas perusahaan.
“Harga-harga sudah naik, sementara para pengusaha juga kesulitan untuk tetap eksis. Hal itu tentu memengaruhi cashflow perusahaan yang pada akhirnya bisa berakibat pada efisiensi maupun PHK,” katanya.
Sebagai langkah konkret, Serikat Pekerja Produktiva Jawa Timur terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada para pekerja mengenai hak-hak ketenagakerjaan, khususnya ketika menghadapi situasi PHK.
“Kami berupaya memberikan edukasi melalui sosialisasi tentang hak-hak para pekerja saat mereka dihadapkan dengan PHK,” pungkasnya.

















