SURABAYA – Perayaan HUT Ke-81 Republik Indonesia di sejumlah layanan sosial Kota Surabaya, Jawa Timur, tidak hanya menghadirkan lomba dan suasana meriah. Kegiatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya menyediakan ruang partisipasi yang setara bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
Di halaman Griya Wreda Jambangan, bendera Merah Putih berkibar ketika para penghuni mengikuti rangkaian perlombaan pada Rabu (11/8/2026). Sekitar 100 lansia ambil bagian dalam lomba balap kelereng, kempit balon, dan makan kerupuk.
Griya Wreda Jambangan memiliki lebih dari 300 penghuni. Namun, tidak seluruhnya dapat mengikuti perlombaan secara langsung karena kondisi fisik. Mereka yang tidak mampu beraktivitas tetap menyaksikan kegiatan dari dalam ruangan.
Pada hari yang sama, sekitar 60 anak disabilitas di UPTD Kampung Anak Negeri Kalijudan juga mengikuti perlombaan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Jenis kegiatannya antara lain balap kelereng, balap karung, makan kerupuk, serta memindahkan bendera ke dalam botol.
Kegiatan serupa turut disiapkan di sejumlah lokasi layanan sosial lainnya. Rangkaian perayaan itu menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan dapat dirancang bukan hanya bagi warga yang sehat dan memiliki mobilitas tanpa hambatan, tetapi juga bagi kelompok yang membutuhkan penyesuaian dalam beraktivitas.
Kemerdekaan dan kesempatan berpartisipasi
Dalam konteks tersebut, kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni atau hiburan. Kemerdekaan juga berkaitan dengan kesempatan untuk berpartisipasi, memperoleh penghormatan, bersosialisasi, mengembangkan potensi, serta menentukan kualitas hidup tanpa diskriminasi.
Lansia yang mengikuti perlombaan tidak semata-mata ditempatkan sebagai penerima perawatan. Mereka memperoleh ruang untuk berkumpul dan menikmati kegiatan bersama. Sementara itu, anak disabilitas tidak hanya didampingi, tetapi juga dilibatkan dalam aktivitas yang mendorong kompetisi, kerja sama, dan pengakuan terhadap kemampuan mereka.
Pendekatan tersebut memberi makna lebih luas pada kegiatan perayaan di lingkungan layanan sosial. Lomba sederhana dapat menjadi sarana untuk menjaga interaksi sosial dan menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi penghuni maupun peserta.
Tantangan penduduk menua
Makna kegiatan itu semakin penting karena Indonesia tengah memasuki fase penduduk menua. Badan Pusat Statistik mencatat proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai 11,97 persen pada 2025.
Di Jawa Timur, persentase lansia pada 2025 tercatat lebih tinggi, yakni 15,40 persen, berdasarkan Profil Penduduk Lanjut Usia Provinsi Jawa Timur 2025. Angka tersebut menempatkan struktur penduduk provinsi itu dalam kategori penduduk tua.
Penuaan penduduk membawa konsekuensi terhadap berbagai bidang, mulai dari kesehatan dan perlindungan sosial hingga ekonomi keluarga, ruang publik, serta pola pelayanan pemerintah. Karena itu, lansia perlu dipandang sebagai bagian penting dari struktur sosial dan pembangunan, bukan sekadar kelompok penerima bantuan.
Pelayanan sosial yang memperhatikan kualitas hidup
Perayaan di Griya Wreda Jambangan dan Kalijudan dapat menjadi pintu masuk untuk menilai sejauh mana pembangunan kota menyediakan tempat yang setara bagi kelompok yang selama ini lebih sering diposisikan sebagai penerima layanan.
Perhatian terhadap peserta juga tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan lomba. Hadiah bagi lansia berupa makanan favorit yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan menunjukkan bahwa pelayanan sosial dapat memperhatikan kebutuhan yang lebih personal.
Kesukaan, pengalaman hidup, ingatan masa lalu, dan kebutuhan psikologis merupakan bagian dari kualitas hidup. Dengan demikian, perhatian kepada lansia dan penyandang disabilitas tidak cukup hanya berupa pendampingan atau bantuan material, tetapi juga perlu mencakup kesempatan untuk merasakan kegembiraan, berinteraksi, dan menunjukkan kemampuan.
Dari halaman tempat layanan sosial itu, pesan kemerdekaan hadir melalui kegiatan yang sederhana: setiap orang berhak mendapatkan ruang untuk dihormati dan dilibatkan, dengan penyesuaian sesuai kondisi masing-masing.
Sumber: ANTARA News – Terkini


















