Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam hubungan bisnis Ford dengan sejumlah perusahaan China. Kritik tersebut disampaikan menjelang pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pada akhir September ini.
Perselisihan terbuka itu bermula dari surat Menteri Transportasi AS Sean P. Duffy kepada CEO Ford Jim Farley. Surat bertanggal 3 September tersebut baru-baru ini dipublikasikan dan berisi kekhawatiran pemerintah mengenai arah strategis produsen otomotif asal AS itu.
Duffy menilai Ford semakin mengaitkan masa depannya dengan perusahaan-perusahaan China yang didukung negara. Pemerintah AS terutama menyoroti kerja sama Ford dengan produsen baterai Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL), serta sejumlah hubungan bisnis lain di Eropa dan sektor kendaraan hibrida.
Kerja sama Ford dengan CATL disorot
Ford dan CATL pertama kali menandatangani kesepakatan lisensi pada 2023. Melalui perjanjian tersebut, Ford memperoleh izin memproduksi baterai kendaraan listrik menggunakan teknologi kimia milik CATL.
Dalam perkembangannya, melemahnya permintaan kendaraan listrik baru-baru ini di Amerika Serikat mendorong Ford mulai merakit sel lithium iron phosphate atau LFP. Sel dengan teknologi CATL itu digunakan untuk sistem penyimpanan energi.
Menurut Duffy, keputusan Ford untuk tetap mengandalkan keahlian teknis dan pengetahuan operasional dari China, meskipun dalam kapasitas yang lebih terbatas, tidak sejalan dengan semangat kebijakan keamanan nasional dan ekonomi AS. Ia juga mengaitkan kerja sama tersebut dengan upaya Amerika Serikat membangun kemandirian rantai pasok.
Kesepakatan di Spanyol dan pembicaraan dengan BYD
Selain CATL, Duffy mempersoalkan kesepakatan terbaru Ford dengan Geely di Spanyol. Menteri tersebut berpendapat kerja sama itu dapat membantu pesaing strategis China memperoleh pijakan yang lebih kuat di pasar Barat.
Surat Duffy juga menyinggung pembicaraan yang masih berlangsung antara Ford dan BYD mengenai kemungkinan berbagi komponen kendaraan hibrida. Menurut dia, keputusan perusahaan untuk memperdalam ketergantungan operasional pada pesaing strategis membuat Ford tidak dapat dipandang sebagai mitra yang dapat diandalkan oleh masyarakat Amerika maupun Departemen Transportasi AS.
Kritik pemerintah tersebut mendapat respons cepat dari Ford. Perusahaan menilai surat Duffy merupakan upaya yang keliru untuk menarik perhatian media dengan mengorbankan perusahaan yang, menurut Ford, telah memberikan kontribusi besar terhadap manufaktur Amerika sepanjang sejarah AS.
Ford membela investasi di Michigan
Dalam pernyataannya, Ford menekankan keberadaan BlueOval Battery Park Michigan di Marshall. Fasilitas tersebut disebut dimiliki dan dioperasikan oleh Ford, dengan nilai investasi miliaran dolar AS serta sekitar 1.700 lapangan kerja baru bagi warga Amerika.
Ford juga menyatakan fasilitas di Michigan itu memproduksi baterai dengan tenaga kerja Amerika untuk kendaraan Ford yang dibuat di Amerika. Penjelasan tersebut menjadi dasar pembelaan perusahaan terhadap tudingan bahwa kerja sama dengan perusahaan China telah membuatnya terlalu bergantung pada kepentingan strategis Beijing.
Pertukaran pernyataan antara pemerintahan Trump dan Ford berlangsung ketika hubungan ekonomi AS-China kembali menjadi sorotan. Namun, materi tersebut tidak memuat rincian mengenai agenda atau hasil pertemuan Trump dan Xi Jinping yang disebut akan berlangsung pada akhir bulan ini.
Sumber: ANTARA News – Bisnis

















