Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM –
Seporsi nasi goreng tak selalu hanya tentang rasa dan sajian. Di balik kepulan asap dari wajan, ada cerita tentang perjalanan seseorang dalam menjalani usaha, bertahan, dan terus membuka ruang bagi pelanggan.
Cerita itu salah satunya hadir dari NasGor Pak Panji, yang berlokasi di Bratang Wetan 2 Nomor 19, Surabaya.
Pemiliknya, Moch. Zanji Syamsuri, atau akrab disapa Panji, telah menjalani usaha nasi goreng tersebut sejak sekitar 1992. Pada masa itu, harga seporsi makanan yang ditawarkan masih sekitar Rp500.

Lebih dari tiga dekade kemudian, aktivitas memasak masih menjadi bagian dari keseharian Panji. Nasi dan bumbu diolah di atas wajan bersama bahan pelengkap hingga menjadi sajian yang siap dihidangkan.
Selain nasi goreng, tersedia pula sejumlah pilihan menu, seperti mi goreng, mi nyemek, mi kuah, dan nasi mawut. Dari sejumlah pilihan tersebut, mi nyemek disebut menjadi salah satu menu yang banyak dipesan pelanggan.

Hal tersebut menjadi bagian dari hasil tinjauan dan wawancara awak media INFOJAWATIMUR.COM pada Jumat (18/9/2026), yang melihat aktivitas usaha kuliner Panji sekaligus menggali cerita di balik perjalanan usahanya.
Menjalani usaha selama puluhan tahun tentu bukan perjalanan singkat. Namun, ketika ditanya apa yang membuatnya tetap menjalani usaha tersebut hingga sekarang, Panji memberikan jawaban sederhana.
“Nyaman,” ujarnya.
Jawaban singkat itu menjadi bagian dari perjalanan NasGor Pak Panji yang terus berjalan hingga hari ini. Dalam wawancara tersebut, Panji tidak mengedepankan klaim mengenai racikan khusus ataupun resep tertentu. Usaha itu dijalani sebagaimana kesehariannya, dengan nasi goreng sebagai menu utama dan sejumlah pilihan lain bagi pelanggan.
Di tengah perjalanan usaha yang telah dimulai sekitar 1992, harapan Panji ke depan pun sederhana, yakni semakin bertambah pelanggan.
Dari seporsi nasi goreng yang dahulu ditawarkan sekitar Rp500 hingga sajian yang hadir di Bratang Wetan saat ini, perjalanan NasGor Pak Panji menjadi bagian dari cerita usaha kuliner yang terus dijalani seiring waktu.

















