Berita  

Pendapatan PTSN Tumbuh 65,2 Persen, tetapi Margin dan Laba Tertekan

Saham PT Sat Nusapersada ditutup pada Rp346 dengan estimasi PBV sekitar 0,79 kali pada asumsi harga tersebut.

Sertifikatin 1

PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) membukukan pendapatan 182,28 juta dolar AS atau sekitar Rp3,2 triliun pada semester I-2026. Nilai tersebut meningkat 65,2 persen dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 110,32 juta dolar AS.

Kenaikan pendapatan tersebut berlangsung bersamaan dengan perhatian terhadap valuasi saham PTSN. Rasio harga saham terhadap nilai buku atau Price to Book Value (PBV) perseroan tercatat masih di bawah satu kali.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan PBV di bawah satu kali tidak otomatis menunjukkan bahwa saham diperdagangkan di bawah nilai wajarnya. Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2026 dan asumsi harga saham Rp346, estimasi PBV PTSN berada di sekitar 0,79 kali.

Menurut Herditya, penilaian terhadap saham PTSN perlu dilakukan dengan melihat perkembangan kinerja keuangan secara menyeluruh. Kemampuan perseroan menjaga margin, meningkatkan laba, dan memperbaiki arus kas operasional menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan investor.

Pendapatan naik, laba kotor menurun

Mengacu pada laporan keuangan semester I-2026, kenaikan pendapatan PTSN diikuti peningkatan beban pokok pendapatan. Beban tersebut mencapai 167,45 juta dolar AS, naik dari 94,96 juta dolar AS pada semester I-2025.

Akibat kenaikan beban pokok pendapatan, laba kotor perseroan turun menjadi 14,83 juta dolar AS dari sebelumnya 15,35 juta dolar AS. Margin laba kotor juga menyusut dari 13,9 persen menjadi 8,1 persen.

Dari sisi beban operasional, PTSN mencatat beban usaha sebesar 7,52 juta dolar AS, meningkat dibandingkan 7,22 juta dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan juga membukukan rugi selisih kurs bersih sebesar 592.288 dolar AS, berbalik dari keuntungan 79.324 dolar AS pada semester I-2025.

Beban keuangan turut meningkat menjadi 794.599 dolar AS, dibandingkan 622.156 dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kombinasi berbagai beban tersebut membuat laba sebelum pajak PTSN turun menjadi 6,13 juta dolar AS dari 8,64 juta dolar AS.

Setelah dikurangi pajak penghasilan sebesar 1,44 juta dolar AS, laba tahun berjalan perseroan tercatat sebesar 4,69 juta dolar AS pada semester I-2026.

Saham menguat 24,46 persen

Di pasar modal, saham PTSN ditutup menguat 24,46 persen pada perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026. Saham perseroan berakhir di level Rp346, harga yang digunakan dalam estimasi PBV sekitar 0,79 kali tersebut.

Herditya menyebut pergerakan saham PTSN terjadi di tengah wacana pemerintah membagikan ponsel gratis kepada sedikitnya 25 juta warga dewasa dari kelompok desil 1-4. Program itu disebut ditujukan untuk mendukung kepemilikan rekening digital dalam penyaluran bantuan sosial dan Bantuan Langsung Tunai.

Dengan asumsi harga perangkat Rp1,1 juta per unit, kebutuhan anggaran pengadaan program tersebut diperkirakan mencapai Rp27,61 triliun. PTSN berpotensi memperoleh manfaat dari kegiatan perakitan dan produksi perangkat itu.

Meski pendapatan tumbuh signifikan dan PBV berada di bawah satu kali, Herditya menilai perkembangan profitabilitas serta arus kas operasional tetap penting dalam menilai prospek saham PTSN. Dengan demikian, pertumbuhan pendapatan perlu dicermati bersama kemampuan perseroan mempertahankan margin dan meningkatkan laba.

Sumber: ANTARA News – Terkini

Home Trending Kontak