OJK Dorong Digitalisasi Pembiayaan UMKM dan Pertanian di Sulawesi Tenggara

Skema ERP dan credit scoring disiapkan untuk memperluas akses pembiayaan petani, koperasi, produsen, dan pelaku UMKM.

Sertifikatin 1

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memfasilitasi digitalisasi pembiayaan bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pertanian di Sulawesi Tenggara. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat pertumbuhan sekaligus memperdalam ekonomi daerah agar potensi Sultra dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan nasional.

Anggota Dewan Komisioner OJK RI Adi Budiarso menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Kendari, Minggu. Menurut dia, digitalisasi pembiayaan pada rantai nilai pertanian dan UMKM merupakan langkah strategis untuk menghubungkan potensi ekonomi daerah dengan dukungan pembiayaan yang lebih sesuai.

“Digitalisasi pembiayaan pertanian dan UMKM ini bertujuan untuk pendalaman ekonomi daerah sehingga bisa berkontribusi pada pendapatan nasional,” kata Adi.

Digitalisasi rantai nilai pertanian

Salah satu penerapan yang disiapkan adalah digitalisasi rantai nilai pertanian pada komoditas unggulan kakao. Pelaksanaannya mencakup penggunaan Enterprise Resource Planning (ERP) dan pemanfaatan credit scoring.

ERP digunakan sebagai bagian dari penerapan digital pada rantai nilai pertanian. Sementara itu, credit scoring diarahkan untuk membentuk profil kredit petani dan koperasi. Profil tersebut nantinya dapat digunakan oleh penyelenggara jasa keuangan untuk menghubungkan calon penerima dengan produk pembiayaan yang sesuai.

Skema tersebut juga dirancang untuk memperluas akses pembiayaan bagi berbagai pelaku dalam rantai ekonomi pertanian, mulai dari petani, produsen, hingga UMKM. Dengan adanya profil kredit, lembaga jasa keuangan diharapkan memiliki dasar yang lebih jelas dalam menyesuaikan pembiayaan dengan karakteristik peminjam yang tersedia dalam sistem.

Potensi ekonomi Sulawesi Tenggara

Adi juga menyoroti besarnya potensi ekonomi Sulawesi Tenggara. Pada triwulan II, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sultra tercatat mencapai Rp31,22 triliun. Pada periode yang sama, ekonomi daerah tersebut tumbuh 6,19 persen secara tahunan atau year on year.

Pertumbuhan itu, menurut Adi, dipengaruhi lima sektor ekonomi utama yang secara keseluruhan menyumbang 75,13 persen terhadap total PDRB Sulawesi Tenggara. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memberikan kontribusi sebesar 23,1 persen.

Sektor lain yang disebut berperan adalah pertambangan dan penggalian dengan kontribusi 20,6 persen serta perdagangan besar sebesar 12,86 persen. Selain itu, terdapat sektor konstruksi, industri pengolahan dan hilirisasi, serta bidang pariwisata, kelautan, infrastruktur, dan UMKM.

Fasilitasi digitalisasi pembiayaan tersebut menjadi bagian dari upaya OJK memanfaatkan struktur ekonomi Sulawesi Tenggara yang ditopang oleh pertanian dan sejumlah sektor utama lainnya. Fokus pada rantai nilai kakao serta pembentukan profil kredit petani dan koperasi ditujukan agar akses pembiayaan dapat menjangkau pelaku ekonomi yang terlibat dari hulu hingga hilir.

Sumber: ANTARA News – Finansial

Home Trending Kontak