Sosok  

Dari Aktivis Kampus ke Dunia Jurnalistik, Perjalanan Eel Jadi Perempuan Jurnalis di Madura

INFOJAWATIMUR.COM -PAMEKASAN – Aktif berorganisasi, gemar bergaul, dan memiliki ketertarikan kuat terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitar menjadi bagian dari perjalanan Lailiyatun Nuriyah hingga akhirnya memilih berkecimpung di dunia jurnalistik.

Perempuan asal Pamekasan, Madura, Lailiyatun Nuriyah yang akrab disapa Eel itu kini aktif sebagai jurnalis di KLIKMADURA.com, media di bawah naungan Royal Group.

Perjalanan Eel menuju dunia jurnalistik tidak berlangsung secara instan. Sebelum bekerja sebagai wartawan, ia lebih dahulu ditempa melalui dunia akademik dan berbagai organisasi kemahasiswaan.

Saat ditemui di Hotel Amaris Surabaya (19/9/26), Eel menceritakan bahwa selama menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Fakultas Syariah, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya pada 2021.

Selama menjalani perkuliahan, Eel banyak mempelajari berbagai bidang hukum dan ekonomi, mulai dari hukum perdata, hukum pidana, ekonomi konvensional dan syariah, hingga Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah.

Ia juga mendalami berbagai ketentuan dan fatwa yang berkaitan dengan ekonomi serta hukum syariah. Pengalaman akademik tersebut turut membentuk kebiasaannya dalam membaca persoalan dari berbagai sudut pandang.

 

Aktif Berorganisasi Sejak Mahasiswa

Tidak hanya berkutat dengan aktivitas akademik, Eel juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan.

Ia pernah bergabung dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan dipercaya menjadi bendahara selama satu tahun.

Pengalaman di DEMA menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan Eel. Di organisasi tersebut, ia tidak hanya belajar mengenai administrasi dan tanggung jawab organisasi, tetapi juga membangun komunikasi, memperluas relasi, serta mengenal dinamika kehidupan mahasiswa.

Ketertarikannya terhadap organisasi kemudian membawa Eel bergabung dengan organisasi di luar kampus.

Ia tercatat aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) selama sekitar dua tahun sebagai anggota. Selain itu, Eel juga aktif di IMABA selama dua tahun dan dipercaya memegang tanggung jawab sebagai Ketua Pamekasan.

Berbagai kegiatan dijalaninya selama aktif berorganisasi. Mulai dari kajian, kegiatan bakti sosial, hingga aktivitas kepenulisan.

Dari ruang-ruang diskusi dan kegiatan sosial itulah kemampuan Eel untuk berkomunikasi, mengamati persoalan, serta menuangkan gagasan dalam tulisan semakin terasah.

 

Menemukan Dunia Jurnalistik

Kegemaran terhadap kepenulisan kemudian membuka jalan Eel menuju dunia jurnalistik profesional.

Ia sempat bergabung dengan Jawa Pos Radar Madura selama sekitar lima bulan. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pintu awal baginya untuk mengenal secara langsung ritme kerja media.

Dunia jurnalistik menuntutnya tidak hanya mampu menulis, tetapi juga mencari informasi, membangun komunikasi dengan narasumber, melakukan verifikasi, hingga memahami persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Selepas dari Radar Madura, Eel memilih melanjutkan perjalanan jurnalistiknya bersama KLIKMADURA.com.

Di media yang berada di bawah naungan Royal Group tersebut, ia semakin mendalami kemampuan sebagai wartawan dan terlibat langsung dalam berbagai aktivitas peliputan.

Bagi Eel, dunia jurnalistik memiliki karakter yang sesuai dengan kepribadiannya. Ia dikenal sebagai sosok yang tidak mudah diam, senang bergaul dengan banyak orang, dan memiliki ketertarikan untuk menganalisis berbagai persoalan.

Karakter tersebut membuat aktivitas jurnalistik tidak sekadar menjadi pekerjaan, tetapi juga ruang baginya untuk terus belajar dan bertemu dengan berbagai karakter serta persoalan di masyarakat.

 

 

 

Satu-satunya Jurnalis Perempuan

Ada hal menarik dalam perjalanan Eel di KLIKMADURA.com.

Dari lima jurnalis yang berada di jajaran redaksi, Eel menjadi satu-satunya jurnalis perempuan.

Posisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ruang jurnalistik terbuka bagi perempuan untuk terus berkembang dan menunjukkan kemampuan profesionalnya.

Menjadi wartawan membuat Eel harus berhadapan dengan berbagai situasi di lapangan. Mobilitas tinggi, tuntutan memperoleh informasi secara akurat, membangun jaringan narasumber, hingga menyelesaikan berita sesuai tenggat menjadi bagian dari kesehariannya.

Namun, pengalaman organisasi yang dijalani sejak masa kuliah menjadi bekal penting. Kemampuan membangun relasi, berdiskusi, mengelola tanggung jawab, dan menulis yang sebelumnya diasah di lingkungan mahasiswa kini digunakan dalam aktivitas jurnalistiknya.

Perjalanan Eel memperlihatkan bahwa pengalaman selama menjadi mahasiswa tidak berhenti di ruang kelas. Aktivitas organisasi, kajian, kegiatan sosial, dan kepenulisan dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia profesional.

Dari mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah, aktivis organisasi, hingga menjadi jurnalis perempuan di Madura, Eel terus mengembangkan satu hal yang sejak lama menjadi bagian dari dirinya: rasa ingin tahu terhadap lingkungan dan keberanian untuk menyampaikannya melalui tulisan.*)AP.

Home Trending Kontak
Exit mobile version