Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM –
Kreativitas seni dan budaya dapat tumbuh dari berbagai ruang, termasuk rumah dan lingkungan kampung. Gagasan tersebut tergambar dalam kegiatan “Warna Warni Kreativitas Seni: Rumah & Kampung Kreatif” yang digelar di Surabaya Urban Creative Hub (SUCH), 13 September 2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menghadirkan beragam bentuk ekspresi seni dan kreativitas. Di antaranya seni tari, seni lukis, karawitan, hadrah, MC Jawa, patrol hingga musik perkusi.
Keragaman tersebut memperlihatkan luasnya ruang kreativitas seni yang dapat berkembang di tengah masyarakat. Seni tradisi maupun bentuk ekspresi seni lainnya dapat hadir berdampingan dan menjadi bagian dari aktivitas kreatif masyarakat perkotaan.
Konsep Rumah & Kampung Kreatif juga menarik karena menempatkan lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sebagai ruang tumbuhnya kreativitas. Rumah dan kampung bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi dapat menjadi ruang belajar, berkarya, sekaligus memperkenalkan beragam kesenian kepada generasi berikutnya.
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Kota Surabaya, Edo R. Nurchakim, mengatakan Rumah dan Kampung Kreatif memiliki fungsi sebagai ruang publik untuk mengakomodasi anak-anak maupun warga Kota Surabaya yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang seni dan budaya.
“Pemkot Surabaya mempunyai Rumah Kreatif sejumlah 13, dan Kampung Kreatif sejumlah 27. Jadi, di dalam Rumah dan Kampung Kreatif tersedia berbagai pilihan kesenian dan kebudayaan. Ada ludruk, karawitan, vokal, sastra, tari dan yang lainnya,” ujar Edo.
Pernyataan tersebut menguatkan gagasan bahwa keberagaman seni tidak hanya berbicara tentang bentuk pertunjukan, tetapi juga tentang ruang dan masyarakat yang menjadi tempat tumbuhnya kreativitas.
Pertemuan berbagai bidang seni dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kreativitas memiliki banyak bahasa. Ia dapat hadir melalui gerak tari, goresan lukisan, bunyi karawitan, lantunan hadrah, tutur MC Jawa, ritme patrol maupun musik perkusi.
Dari ruang-ruang yang dekat dengan kehidupan masyarakat itulah kreativitas dapat terus menemukan bentuknya. Rumah dan kampung tidak sekadar menjadi latar kehidupan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses tumbuhnya seni dan budaya di tengah dinamika kota.
Pada akhirnya, keberagaman seni yang dipertemukan dalam “Warna Warni Kreativitas Seni” membawa satu pesan sederhana: kreativitas dapat tumbuh di mana saja, termasuk dari rumah dan kampung tempat masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari.
