Berita  

TNBTS Tutup Total Wisata Gunung Bromo untuk Percepat Pemadaman Kebakaran

Seluruh akses dari empat kabupaten ditutup tanpa batas waktu, sementara wisata Ranu Regulo tetap dibuka sesuai ketentuan.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup seluruh aktivitas wisata di Gunung Bromo, Jawa Timur. Kebijakan tersebut diberlakukan untuk mempercepat penanganan dan pemadaman kebakaran yang terjadi di kawasan taman nasional itu.

Penutupan disampaikan Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha melalui keterangan resmi yang diterima di Kota Malang, Sabtu. Menurut dia, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan Bromo selama musim kemarau.

Kemarau membuat rerumputan di kawasan tersebut mengering. Selain itu, potensi angin kencang dinilai dapat mempercepat pergerakan api sehingga penanganan kebakaran perlu diprioritaskan.

Empat akses wisata ditutup

Seluruh pintu masuk yang biasa digunakan wisatawan kini ditutup. Akses tersebut meliputi Jemplang di Kabupaten Malang, Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.

Penutupan juga berkaitan dengan faktor keselamatan pengunjung. Asap tebal akibat kebakaran menyelimuti lokasi dan berpotensi mengganggu jarak pandang para pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

TNBTS belum menetapkan batas waktu pembukaan kembali aktivitas wisata Gunung Bromo. Keputusan itu akan menunggu perkembangan kondisi terbaru di lapangan, termasuk hasil dan situasi kegiatan pemadaman.

Selama penutupan berlangsung, akses menuju lokasi kebakaran hanya diperbolehkan bagi petugas, mitra, dan relawan yang terlibat dalam penanganan sesuai tugas serta kewenangan masing-masing. Masyarakat juga diminta mematuhi kebijakan dan tidak mendekati area kebakaran.

Penjadwalan ulang dan pengembalian tiket

Balai Besar TNBTS sedang menyiapkan mekanisme penjadwalan ulang kunjungan serta pengembalian biaya tiket yang telah dibeli selama masa penutupan wisata Bromo.

Dalam kondisi normal, TNBTS membuka kuota kunjungan sebanyak 2.752 orang per hari. Namun, seluruh aktivitas wisata ke Gunung Bromo dihentikan sementara sampai kondisi kawasan dinilai memungkinkan untuk kembali dibuka.

Meski wisata Bromo ditutup total, kunjungan ke Ranu Regulo tetap diperbolehkan sesuai ketentuan yang berlaku. TNBTS tidak menyebutkan perubahan kebijakan untuk aktivitas wisata di lokasi tersebut.

Kebakaran terjadi dua kali dalam sebulan

Kebakaran di kawasan Gunung Bromo yang berada dalam wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tercatat terjadi dua kali dalam kurun waktu satu bulan.

Kebakaran pertama berlangsung pada Senin, 3 Agustus. Api bermula dari Blok Bantengan, kemudian menjalar ke Watu Gede dan sisi wilayah Pasuruan.

Kebakaran kedua terjadi pada Kamis, 10 September, di area Saban Pengol yang termasuk wilayah administrasi Kabupaten Probolinggo. Pada tahap awal kejadian kedua, TNBTS sempat membatasi penutupan akses dan hanya menutup jalur dari Jemplang, Malang.

Dengan penutupan total yang kini diberlakukan, pengelola taman nasional memusatkan akses kawasan kebakaran untuk kebutuhan pemadaman dan penanganan. Pembukaan kembali jalur wisata akan ditentukan berdasarkan kondisi terbaru di lapangan.

Sumber: ANTARA News – Terkini

Home Trending Kontak
Exit mobile version