Sanaa — Kelompok Houthi di Yaman mengklaim arus pelayaran internasional melalui Selat Bab al-Mandab tetap berlangsung hampir seperti biasa. Klaim itu disampaikan ketika pertempuran darat masih berkecamuk di kawasan pesisir yang berada di sekitar jalur pelayaran strategis tersebut.
Dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi al-Masirah pada Sabtu (12/9), Houthi menyebut 73 kapal internasional melintasi Bab al-Mandab selama 48 jam terakhir. Kapal-kapal itu mencakup kapal kontainer dan kapal komersial lainnya.
Menurut kelompok tersebut, sebanyak 36 kapal melewati selat itu pada Kamis (10/9), sedangkan 37 kapal lainnya melintas pada Jumat (11/9). Jumlah tersebut disebut setara dengan 98,6 persen dari rata-rata lalu lintas harian sebelum Houthi memberlakukan larangan terhadap kapal-kapal Arab Saudi pada 20 Juli.
Houthi menyatakan pelayaran internasional tetap “bebas, aman, dan lancar”. Namun, pernyataan itu juga menegaskan bahwa kapal-kapal Arab Saudi masih dilarang menggunakan jalur tersebut.
Klaim arus kapal tetap tinggi
Klaim mengenai lalu lintas pelayaran itu menunjukkan posisi Houthi bahwa aktivitas kapal internasional di Bab al-Mandab belum mengalami penurunan besar, meskipun kondisi keamanan di wilayah pesisir Yaman terus berkembang. Data yang disampaikan kelompok tersebut merujuk pada jumlah kapal dalam dua hari, dengan total rata-rata harian yang diklaim mendekati kondisi sebelum larangan terhadap kapal Arab Saudi diberlakukan.
Tidak terdapat keterangan lain dalam materi tersebut mengenai verifikasi independen atas angka 73 kapal ataupun mengenai kondisi masing-masing kapal selama melintasi selat.
Houthi memperkuat kendali di pesisir barat
Pada Jumat (11/9), pasukan Houthi disebut memperkuat kendali atas pesisir barat Yaman dan sejumlah wilayah penting di sekitar Bab al-Mandab. Perkembangan itu terjadi setelah mereka menaklukkan Mocha, kota pelabuhan strategis di Laut Merah, sehari sebelumnya.
Mocha disebut sebagai salah satu titik penting dalam perkembangan konflik di kawasan pesisir. Namun, sumber tidak merinci luas wilayah yang berada di bawah kendali Houthi maupun dampak langsung penaklukan tersebut terhadap pelayaran internasional.
Posisi strategis Bab al-Mandab
Selat Bab al-Mandab menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Jalur air ini menjadi pintu gerbang penting bagi perdagangan dan pengiriman energi antara Asia dan Eropa.
Karena itu, kondisi keamanan di sekitar selat memiliki kaitan langsung dengan pergerakan kapal komersial yang menggunakan rute tersebut. Dalam pernyataannya, Houthi menekankan bahwa pelayaran internasional tetap berjalan, sembari mempertahankan pembatasan khusus terhadap kapal-kapal Arab Saudi.
Konflik Yaman sendiri bermula pada akhir 2014, ketika Houthi merebut Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman utara. Situasi itu mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada tahun berikutnya untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Materi tersebut tidak memuat pernyataan dari pihak lain mengenai klaim Houthi, dampak pertempuran terhadap kapal yang melintas, atau perkembangan lanjutan setelah Jumat (11/9).
Sumber: ANTARA News – Terkini
