Berita  

FK UPN Veteran Jatim Kenalkan PERKASA SARKO, Edukasi Lansia Cegah Sarkopenia Sejak Dini

Sebanyak 54 warga lanjut usia (lansia) di RW 04 Kutisari, Surabaya, mengikuti program PERKASA SARKO (Periksa Kekuatan dan Edukasi Muskuloskeletal Cegah Sarkopenia) yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur di Balai RW 04 Kutisari, Rabu (24/6/2026).

SURABAYA, INFOJAWATIMUR.COM-Sebanyak 54 warga lanjut usia (lansia) di RW 04 Kutisari, Surabaya, mengikuti program PERKASA SARKO (Periksa Kekuatan dan Edukasi Muskuloskeletal Cegah Sarkopenia) yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur di Balai RW 04 Kutisari, Rabu (24/6/2026).

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran lansia mengenai sarkopenia, yaitu kondisi penurunan massa dan kekuatan otot yang umum terjadi seiring bertambahnya usia, namun masih jarang dikenali masyarakat.

Kegiatan melibatkan empat dokter, yakni dr. Rifda El Mahroos, M.Biomed, dr. Irma Seliana, M.Kes., dr. Dian Aristia Rachmayanti, M.Biomed, dan dr. Chy’as Diuranil Astrid Permataputri, M.Biomed, bersama 30 mahasiswa Fakultas Kedokteran UPN “Veteran” Jawa Timur.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan serta pengukuran kekuatan otot menggunakan alat handgrip, yang berfungsi mengukur kekuatan genggaman tangan sebagai metode skrining sederhana untuk mendeteksi risiko sarkopenia.

Ketua pelaksana kegiatan, dr. Rifda El Mahroos, menjelaskan bahwa kesehatan otot selama ini masih kurang mendapat perhatian dibandingkan penyakit lain yang identik dengan lansia, seperti osteoporosis.

“Selama ini perhatian masyarakat lebih banyak tertuju pada osteoporosis. Padahal, penurunan kekuatan otot atau sarkopenia juga sangat penting diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko jatuh, patah tulang, kehilangan kemandirian, hingga menurunkan kualitas hidup lansia,” ujarnya.

Menurutnya, pemeriksaan menggunakan handgrip merupakan metode yang cepat, mudah, dan efektif untuk mendeteksi penurunan kekuatan otot sejak dini. Dengan mengetahui kondisinya lebih awal, lansia diharapkan terdorong menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik rutin dan pemenuhan gizi yang seimbang.

Tak hanya pemeriksaan kesehatan, para peserta juga mengikuti sesi edukasi mengenai sarkopenia. Tim pengabdian menayangkan video latihan fisik ringan yang dapat dipraktikkan secara mandiri di rumah. Sebagai bentuk dukungan, setiap peserta memperoleh hand ball exercise untuk melatih kekuatan genggaman tangan, leaflet edukasi, serta video panduan latihan.

Hasil skrining menunjukkan fakta yang cukup memprihatinkan. Hampir seluruh peserta mengaku belum pernah mendengar istilah sarkopenia. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, banyak di antaranya telah mengalami penurunan kekuatan otot yang mengarah pada kondisi tersebut.

Temuan ini menjadi indikator bahwa edukasi mengenai kesehatan otot masih sangat dibutuhkan, terutama bagi kelompok lanjut usia agar mampu mencegah penurunan fungsi otot sejak dini.

Dr. Rifda menambahkan, kegiatan ini juga menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain memberikan manfaat langsung kepada warga, kegiatan ini menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa kedokteran untuk mengaplikasikan ilmu melalui interaksi langsung dengan masyarakat.

Ke depan, program PERKASA SARKO tidak berhenti pada kegiatan ini saja. Tim Fakultas Kedokteran UPN “Veteran” Jawa Timur akan melakukan pemantauan kesehatan lansia secara berkala, mengembangkan program kesehatan berbasis lansia, serta memberikan pendampingan kepada kader kesehatan agar mampu mendukung upaya pencegahan sarkopenia secara berkelanjutan.

Ketua RW 04 Kutisari, Harmanto, S.H., mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini membuka wawasan baru bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan otot yang selama ini belum banyak disentuh dalam kegiatan pelayanan kesehatan warga.

Apresiasi juga datang dari para peserta. Salah seorang lansia mengaku baru pertama kali menjalani pemeriksaan kekuatan otot menggunakan handgrip.

“Biasanya kami hanya diperiksa gula darah, kolesterol, atau asam urat. Kali ini kami mendapat pemeriksaan handgrip yang ternyata sangat penting. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” tuturnya.

Melalui PERKASA SARKO, Fakultas Kedokteran UPN “Veteran” Jawa Timur berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga kesehatan otot. Dengan deteksi dini, edukasi yang tepat, serta pendampingan berkelanjutan, lansia diharapkan tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif di usia senja.

Need Help? Chat with us
Exit mobile version