Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM – Kehadiran tisu terkemuka, Montiss, sebagai pendukung utama film drama keluarga terbaru Jangan Buang Ibu terbukti melampaui sekat kolaborasi bisnis biasa. Kolaborasi strategis ini bertransformasi menjadi sebuah gerakan sosial yang menyuarakan pesan emosional yang mendalam bagi keluarga Indonesia: pentingnya memuliakan dan mendekap sosok ibu sebelum segalanya terlambat.
Film produksi Leo Pictures yang disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu ini dijadwalkan akan menguras air mata penonton secara serentak di bioskop tanah air mulai 25 Juni 2026. Melalui narasi perjuangan seorang ibu di masa senja, kolaborasi ini hadir sebagai pengingat keras di tengah gemuruh modernitas yang kerap membuat anak lupa akan “jalan pulang.”
Jantung Rumah Tangga dan Ruang Domestik yang Hangat
Sebagai produk yang melekat erat dengan keseharian masyarakat, pihak Montiss melihat adanya kesamaan visi nilai emosional yang kuat antara fungsi produk mereka dengan esensi yang diangkat dalam film Jangan Buang Ibu.
Perwakilan manajemen Montiss menekankan bahwa kenyamanan yang dihadirkan di dalam sebuah rumah selalu berakar dari ketulusan seorang ibu. Dedikasi dalam menjaga kenyamanan keluarga inilah yang sebelumnya membawa Montiss sukses menyabet penghargaan prestisius Superbrand pada tahun 2024.
“Montiss hadir untuk menemani momen-momen harian yang paling personal. Kedekatan ini membuat kami memahami bahwa ruang domestik yang hangat selalu bermula dari bagaimana sebuah keluarga saling menghargai kehadiran satu sama lain, terutama dalam memuliakan sosok ibu sebagai jantung rumah tangga,” tulis manajemen Montiss dalam keterangannya saat momen Gala Premiere di Surabaya.
Menolak Lupa: Ajakan Investasi Emosional bagi Generasi Muda
Lebih dari sekadar tontonan yang menghibur, film yang dibintangi oleh Nirina Zubir, Refal Hady, dan Amanda Manopo ini memotret realitas sosial yang memilukan. Kisah Ibu Ristiana (diperankan Nirina Zubir) yang berjuang membesarkan anak-anaknya hingga sukses namun justru menghadapi kesendirian di masa tuanya, diharapkan mampu mengetuk kesadaran generasi muda saat ini.
Pihak sponsor berharap, sinergi ini dapat mendorong masyarakat—khususnya anak-anak yang kini tengah sibuk meniti karier dan kehidupan modern—untuk mengambil jeda sejenak guna menengok orang tua mereka.
“Kami ingin terus menggemakan pesan agar setiap anak kembali pulang, mendengarkan, dan memberikan perhatian penuh kepada orang tua mereka. Ini adalah investasi emosional terbesar demi membangun masa depan generasi yang lebih memiliki empati dan budi pekerti,” tambah perwakilan Montiss.
Disambut Haru di Berbagai Kota
Sebelum menggelar pemutaran khusus di Surabaya yang dipenuhi isak tangis penonton, antusiasme tinggi sudah terlihat jelas sejak rangkaian Gala Premiere keliling Indonesia di berbagai kota besar seperti Jambi, Padang, hingga Jakarta. Setelah Surabaya, promosi film ini direncanakan berlanjut ke Malang, Bogor, hingga Makassar.
Nirina Zubir, sang pemeran utama yang bertransformasi menjadi ibu berusia 60 tahun di film ini, mengakui kekuatan cerita Jangan Buang Ibu terletak pada kedekatannya dengan realitas kehidupan sehari-hari. Hubungan dengan orang tua, menurut Nirina, adalah sesuatu yang harus terus dirawat dan diperjuangkan selagi waktu dan kesempatan itu masih ada.
Bagi penonton yang berencana menyaksikan film ini mulai 25 Juni nanti, satu pesan informal yang santer beredar di antara para kritikus dan penonton Gala Premiere: pastikan Anda membawa tisu sebelum lampu studio dipadamkan.
