Palembang, INFOJAWATIMUR.COM – Penyelesaian megaproyek Jalan Tol Palembang-Betung semakin menemui titik terang. Salah satu infrastruktur utamanya, yakni Jembatan Musi V, resmi mengantongi Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi (PLF) Struktur dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pencapaian ini menjadi batu loncatan penting untuk mengejar target operasional tol pada akhir tahun 2026.
Prosesi penyerahan sertifikat tersebut dilakukan secara langsung oleh Kepala Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus sekaligus Koordinator Sekretariat Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), Armen Adekristi. Dokumen krusial ini diterima oleh Direktur Operasi III PT Hutama Karya (Persero), Iwan Hermawan, di Jakarta pada Senin (27/7).
Lulus Uji Kelayakan dan Dilengkapi Teknologi Sensor
Sebelum mendapatkan legalitas PLF, Jembatan Musi V harus melewati serangkaian evaluasi teknis yang ketat. Pengujian ini mencakup simulasi beban statik dan dinamik, serta peninjauan mendalam terhadap aspek keselamatan pengguna jalan. Berdasarkan hasil evaluasi komprehensif tersebut, struktur jembatan dinyatakan aman, kokoh, dan siap difungsikan.
“Jembatan Musi V merupakan salah satu infrastruktur strategis nasional. Berdasarkan hasil pengujian dan evaluasi, seluruh aspek teknis, keamanan, serta kekuatan struktur telah memenuhi persyaratan sehingga dinyatakan laik fungsi,” jelas Armen, dikutip dari laman resmi Hutama Karya.
Lebih lanjut, Armen mengungkapkan bahwa proses sertifikasi berjalan lancar dan cepat berkat kesiapan infrastruktur itu sendiri. Menariknya, Jembatan Musi V tidak hanya dibangun dengan beton dan baja, tetapi juga dibekali teknologi sensor pemantauan struktur. Sensor ini terintegrasi langsung dengan dashboard monitoring dan ke depannya akan terhubung dengan command center terpusat, sehingga kondisi jembatan dapat diawasi secara real-time.
Akselerasi Tol Palembang-Betung
Di sisi lain, Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, memberikan apresiasi tinggi atas sinergi dan pendampingan yang diberikan oleh Kementerian PU dan KKJTJ sejak masa konstruksi hingga terbitnya PLF.
“Sejak proyek ini dilanjutkan oleh Hutama Karya pada tahun 2024, kami berkomitmen menyelesaikannya sesuai target,” tegas Iwan.
Ia menekankan bahwa kehadiran Tol Palembang-Betung sudah sangat dinantikan oleh masyarakat Sumatra Selatan. Infrastruktur ini diyakini akan secara drastis memangkas waktu tempuh logistik dan memperkuat konektivitas antarwilayah.
Sebagai informasi, Jembatan Musi V dirancang dengan panjang bentang mencapai 380 meter dan menjadi urat nadi utama pada ruas Tol Palembang-Betung yang memiliki total panjang 69,19 kilometer. Hingga akhir Juli ini, progres konstruksi ruas tol tersebut telah menyentuh angka 85,54 persen.
“Kami optimistis Jalan Tol Palembang-Betung dapat dioperasikan sesuai target pada akhir tahun ini, sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” pungkas Iwan.
