Palu, INFOJAWATIMUR.COM – Ketangguhan sebuah komunitas tidak hanya diukur dari kesiapannya menghadapi kedaruratan fisik, tetapi juga dari kemandiriannya dalam menjaga ketahanan pangan dan kesehatan secara mandiri. Semangat inilah yang melandasi pertemuan produktif antara Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Naroso Besusu Barat bersama Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) baru-baru ini.
Pertemuan tersebut secara khusus membahas program strategis: pemanfaatan lahan kosong atau pekarangan di wilayah Besusu Barat untuk budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Langkah ini dinilai sebagai terobosan konkret dalam mengintegrasikan mitigasi bencana berbasis lingkungan dengan penguatan kesehatan keluarga di tingkat akar rumput.
Mengubah Lahan Tidur Menjadi Apotek Hidup
Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Forum PRB Naroso Besusu Barat memaparkan potensi beberapa titik lahan di wilayah mereka yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui kolaborasi ini, lahan-lahan tidur tersebut direncanakan akan disulap menjadi kebun TOGA yang produktif.
Pihak Yayasan SHEEP Indonesia menyambut baik dan mendukung penuh inisiatif ini. Bagi YSI, pemanfaatan lahan untuk TOGA sejalan dengan visi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Tanaman seperti jahe, kunyit, temulawak, serai, dan berbagai tanaman herbal lainnya tidak hanya berfungsi sebagai “apotek hidup” yang mudah diakses warga saat sakit ringan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi jika dikelola secara kolektif, dan secara tidak langsung mendekatkan dapur ke pasar dengan adanya tanaman sayuranan, tomat dan rica di dalam TOGA.
TOGA sebagai Bagian dari Kesiapsiagaan Bencana
Menariknya, pertemuan ini juga menggarisbawahi bahwa program TOGA bukan sekadar urusan bercocok tanam. Dalam konteks pengurangan risiko bencana, memiliki sumber daya tanaman obat yang dikelola mandiri oleh komunitas sangat krusial, terutama ketika akses logistik atau medis formal terganggu akibat situasi darurat atau bencana alam, dan bahan baku dapur yang siap di petik saat mobilisasi logistik terhambat.
“Ketika masyarakat memiliki pengetahuan dan akses langsung terhadap tanaman obat di lingkungannya sendiri, mereka memiliki benteng pertahanan pertama untuk kesehatan keluarga mereka,” ungkap salah satu perwakilan dalam diskusi tersebut.
Sinergi Rencana Aksi dan Edukasi Warga
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, Forum PRB Naroso Besusu Barat dan Yayasan SHEEP Indonesia menyepakati beberapa poin rencana aksi, di antaranya:
Pembersihan lahan dan Pembentukan Bedeng : Membersihkan lahan kebun TOGA dan membuat bedeng bedeng untuk di tanami bibit tanaman obat, sayuran, rica dan tomat.
Pelatihan Budidaya dan Pengolahan: Mengadakan edukasi bersama mengenai cara menanam yang baik hingga teknik pengolahan tanaman obat menjadi produk siap konsumsi atau herbal dasar.
Penguatan Kelembagaan: Memastikan pengelolaan kebun dilakukan secara gotong-royong oleh warga dan unsur pemerintah setempat, sehingga memupuk kembali rasa kebersamaan dan solidaritas sosial di wilayah Besusu Barat.
Melalui sinergi yang apik antara Forum PRB Naroso Besusu Barat dan Yayasan SHEEP Indonesia, program pemanfaatan lahan TOGA ini diharapkan dapat menjadi role model bagi wilayah lain di Kota Palu. Bahwa dengan sedikit kreativitas dan kolaborasi yang kuat, lahan sekecil apa pun bisa diubah menjadi sumber kehidupan, kesehatan, dan ketangguhan bagi masyarakat.
Home
Berita
Hijaukan Lahan, Perkuat Ketahanan: Forum PRB Naroso Besusu Barat dan Yayasan SHEEP Indonesia Gagas Pemanfaatan Lahan TOGA
Hijaukan Lahan, Perkuat Ketahanan: Forum PRB Naroso Besusu Barat dan Yayasan SHEEP Indonesia Gagas Pemanfaatan Lahan TOGA
Recommendation for You

Pembaca : 77 Sidoarjo, INFOJAWATIMUR.COM – Demam Korean Wave atau budaya Korea masih terus menjalar…

Pembaca : 77 INFOJAWATIMUR.COM – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali menjadi perhatian dunia…

Pembaca : 77 Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM – Pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di…

Pembaca : 77 INFOJAWATIMUR.COM-Perjalanan ibadah haji seringkali menjadi puncak perjuangan hidup bagi banyak jemaah. Namun,…

Pembaca : 77 INFOJAWATIMUR.COM-Aktivitas warga di 14 kecamatan di wilayah Kabupaten Lumajang terganggu akibat kebijakan…

Pembaca : 77 INFOJAWATIMUR.COM-Ajang sepak bola paling bergengsi sejagat, Piala Dunia 2026, kini memasuki fase…










