Berita  

IMIP Fasilitasi Magang bagi 509 Pelajar dan Mahasiswa di Morowali

Program mencakup tiga skema pemagangan dan diperkuat melalui penyusunan Rencana Pelatihan Vokasi

MOROWALI, SULAWESI TENGAH — PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memfasilitasi program magang bagi 509 pelajar dan mahasiswa. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mempersiapkan peserta menghadapi kebutuhan dunia kerja di kawasan industri.

HR Operation Head IMIP Trisno Wasito mengatakan peserta magang saat ini berasal dari perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Menurut dia, kesesuaian antara latar belakang pendidikan peserta dan kebutuhan posisi menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan program.

“Peserta magang di IMIP saat ini berjumlah 509 orang dari kampus dan SMK,” kata Trisno di Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu.

Tiga skema pemagangan

IMIP bersama perusahaan-perusahaan yang berada di dalam kawasan tersebut menjalankan tiga skema pemagangan. Ketiganya ialah Magang Hub Kementerian Ketenagakerjaan, Magang Kementerian Perindustrian, serta program magang dan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Trisno menyebut pemagangan menjadi bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri. Melalui pengalaman kerja langsung, peserta dapat memahami tuntutan pekerjaan serta kondisi kerja di lingkungan industri.

Selain kemampuan teknis yang sesuai dengan bidang keahlian, peserta juga dituntut memiliki sejumlah kemampuan pendukung. Kompetensi itu meliputi komunikasi, analisis, kerja sama, kedisiplinan, serta kesiapan mengikuti standar keselamatan kerja.

Menurut Trisno, pertumbuhan industri pengolahan dan hilirisasi di kawasan IMIP mendorong peningkatan kebutuhan tenaga kerja. Namun, perkembangan tersebut juga memerlukan sumber daya manusia dengan kompetensi yang sejalan dengan kebutuhan industri.

Kualitas proses menjadi perhatian

IMIP menilai keberhasilan program magang tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang diterima. Kualitas pembelajaran selama peserta berada di tempat kerja juga menjadi faktor penting.

Karena itu, peserta perlu memperoleh tujuan pembelajaran yang jelas, pendampingan, tugas yang relevan dengan kompetensi, serta evaluasi terhadap perkembangan mereka. Pengaturan tersebut diharapkan membuat kegiatan magang tidak hanya menjadi pengalaman kerja, tetapi juga proses pembelajaran yang terarah.

“Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga memahami langsung tuntutan pekerjaan, budaya kerja, standar keselamatan, dan kompetensi yang dibutuhkan di lingkungan industri,” ujar Trisno.

Penyusunan rencana pelatihan vokasi

Untuk memperkuat kualitas pelaksanaan magang, IMIP bekerja sama dengan Politeknik Industri Logam Morowali dan Swiss Skills for Competitiveness (SS4C). Kerja sama itu diwujudkan melalui lokakarya penyusunan dokumen Rencana Pelatihan Vokasi (RPV).

Lokakarya tersebut diikuti 10 pendamping magang dari IMIP. Kegiatan ini ditujukan untuk membantu pendamping mengidentifikasi dan memetakan kompetensi yang relevan dengan jabatan serta tugas peserta magang.

Trisno menjelaskan, penyusunan RPV diarahkan agar sejumlah unsur dalam program saling terhubung. Unsur tersebut mencakup bidang pendidikan peserta, kompetensi yang dikembangkan, tugas yang diberikan, pendampingan, hingga evaluasi hasil belajar.

Dengan demikian, program magang diharapkan memiliki arah pembelajaran yang lebih jelas dan sesuai dengan kebutuhan posisi di lingkungan industri. Penataan itu juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi dan dunia kerja melalui pengalaman praktik di kawasan IMIP.

Sumber: ANTARA News – Terkini

Home Trending Kontak
Exit mobile version