Berita  

Xpeng Buka Uji Coba Robotaxi Yoyo Berbasis Undangan di China

Layanan berbasis SUV GX itu telah menuntaskan lebih dari 2.200 perjalanan uji coba karyawan dan ditargetkan beroperasi tanpa pengemudi mulai 2027.

Produsen kendaraan elektrik Xpeng mulai menguji layanan transportasi mini berbasis undangan untuk robotaxi Yoyo di China. Program ini dibuka bagi pengguna umum setelah kendaraan tersebut menyelesaikan lebih dari 2.200 perjalanan uji coba yang dilakukan karyawan perusahaan.

CEO Xpeng He Xiaopeng memperkenalkan nama Yoyo pada Kamis, 8 Oktober. Layanan percobaan itu dapat diakses melalui aplikasi Xpeng di platform WeChat. Dalam tahap uji coba, calon penumpang bisa mengatur suhu kabin dan mengaktifkan pengharum ruangan sebelum kendaraan tiba untuk menjemput.

Teknologi robotaxi berbasis SUV GX

Robotaxi Xpeng menggunakan basis SUV unggulan GX. Kendaraan tersebut dilengkapi empat cip AI Turing yang dikembangkan secara internal. Xpeng mengklaim sistem itu mampu menyediakan daya komputasi efektif sebesar 3.000 Tera Operations Per Second atau TOPS.

Kendaraan menjalankan model Vision-Language-Action generasi kedua, yang disebut VLA 2.0. Sistem ini mengandalkan pemrosesan berbasis visi dan tidak menggunakan lidar maupun peta berdefinisi tinggi. Menurut perusahaan, rancangan tersebut ditujukan untuk mendukung kemampuan mengemudi otonom Level 4.

Level 4 memungkinkan kendaraan menjalankan tugas mengemudi tanpa intervensi manusia dalam kondisi operasional tertentu. Namun, layanan yang kini dibuka Xpeng masih berada dalam tahap pengujian berbasis undangan, sehingga belum menjadi operasi transportasi umum berskala penuh.

Dari sisi kenyamanan, kabin robotaxi dilengkapi kursi dengan fitur “gravitasi nol”. Fitur tersebut dirancang untuk menghasilkan posisi duduk yang mengurangi tekanan pada tubuh. Kendaraan juga memiliki fungsi pijat dan layar hiburan di bagian belakang.

Pengembangan berlangsung sejak 2025

Xpeng mengumumkan rencana pengembangan robotaxi pada November 2025. Uji coba rutin kendaraan di jalan raya kemudian dimulai pada Januari 2026. Kendaraan produksi massal pertama keluar dari lini perakitan di Guangzhou pada Mei tahun yang sama.

Pada Juli 2026, perusahaan menguji kendaraan untuk kebutuhan transportasi karyawan. Rangkaian pengujian itu mencakup pemesanan secara daring, penjemputan otonom, dan penyelesaian perjalanan.

Tahapan berikutnya berlangsung pada Agustus 2026, ketika Xpeng memperoleh kualifikasi pengujian jarak jauh di Guangzhou. Kualifikasi tersebut memungkinkan kendaraan diuji di jalan Kelas I, II, dan III yang telah ditentukan tanpa operator keselamatan yang duduk di kursi pengemudi.

He Xiaopeng juga menyampaikan bahwa Xpeng telah menyelesaikan pengembangan platform pengambilalihan kendali jarak jauh berbasis cloud. Platform itu menjadi bagian dari infrastruktur pengujian dan pengawasan kendaraan otonom perusahaan.

Target operasi hingga akhir 2026

Xpeng berencana menjalankan operasi percontohan serta layanan demonstrasi dalam skala kecil hingga menengah sampai akhir 2026. Guangzhou akan digunakan sebagai lokasi untuk membangun pengalaman operasional sebelum layanan diperluas ke wilayah lain.

Layanan transportasi daring otomatis tanpa pengemudi ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Dalam rencana bisnisnya, Xpeng akan mengandalkan beberapa sumber pendapatan, yakni penjualan kendaraan, layanan teknologi, dan pembagian pendapatan operasional bersama mitra yang menangani armada lokal.

Selain mengembangkan layanan di China, Xpeng sedang menjajaki kemitraan untuk penyediaan transportasi Yoyo di Eropa, Timur Tengah, dan Asia Tenggara. Belum ada rincian wilayah atau jadwal peluncuran layanan di kawasan-kawasan tersebut yang disampaikan dalam materi ini.

Sumber: ANTARA News – Terkini

Home Trending Kontak
Exit mobile version