Teheran — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan dua kapal tanker terbakar setelah menabrak ranjau ketika hendak melintasi wilayah perairan Selat Hormuz pada Jumat, 6 November. Menurut IRGC, insiden itu membuat laju kedua kapal terhenti.
Dalam pernyataannya, IRGC menuduh kedua tanker mematikan sistem navigasi dan identifikasi sebelum berupaya meninggalkan kawasan tersebut melalui rute yang disebut tidak sah atau dilarang. Lembaga itu juga menyatakan tindakan tersebut dilakukan dengan dukungan militer Amerika Serikat.
IRGC menyebut kapal-kapal tersebut kemudian menabrak ranjau. Tabrakan itu memicu kebakaran di kedua tanker dan menghentikan pergerakan mereka. Materi sumber tidak memuat informasi mengenai nama kapal, lokasi pasti insiden, jumlah awak, korban, maupun tingkat kerusakan.
Iran Klaim Gagalkan Aktivitas Intelijen
Selain melaporkan kebakaran tanker, IRGC mengumumkan pencegatan terhadap sebuah pesawat nirawak MQ-1 milik Amerika Serikat. Militer Iran mengklaim tindakan itu berhasil menggagalkan aktivitas intelijen AS di sekitar Pulau Qeshm, wilayah selatan Iran.
Tidak terdapat keterangan lebih lanjut dalam laporan mengenai waktu pencegatan, cara pesawat nirawak tersebut dicegat, atau nasib perangkat setelah insiden. Klaim tersebut disampaikan oleh pihak Iran melalui IRGC dan belum disertai rincian tambahan dalam materi sumber.
Selat Hormuz menjadi lokasi penting dalam eskalasi hubungan Iran dan Amerika Serikat. Jalur perairan itu merupakan rute pasokan utama bagi minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair dunia. Ketegangan yang meningkat di kawasan tersebut disebut nyaris menghentikan pelayaran melalui selat.
Dampak terhadap Pelayaran dan Harga Bahan Bakar
Gangguan terhadap pelayaran di Selat Hormuz berdampak pada pasar energi. Materi sumber menyebut harga bahan bakar di sebagian besar negara mengalami kenaikan akibat eskalasi konflik antara AS dan Iran.
Ketegangan itu juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi melalui jalur strategis tersebut. Namun, laporan tidak mencantumkan besaran kenaikan harga, jumlah kapal yang terdampak, atau durasi gangguan pelayaran.
Konflik AS-Iran Belum Terselesaikan
Laporan tersebut mengaitkan insiden terbaru dengan konflik yang sebelumnya meningkat pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan itu kemudian memicu aksi balasan dari Iran.
Meskipun situasi sempat mereda, konflik AS-Iran disebut belum terselesaikan. Permusuhan antara kedua pihak masih berpotensi kembali meningkat, termasuk di sekitar jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz.
Pernyataan mengenai tanker terbakar dan pencegatan pesawat nirawak dalam laporan ini berasal dari pihak Iran melalui IRGC. Tidak ada keterangan dari Amerika Serikat maupun pihak lain mengenai klaim tersebut dalam materi yang tersedia.
Sumber: ANTARA News – Terkini



















