Jelang Iduladha, MUI Jatim dan YDSF Latih Takmir Masjid soal Qurban Halal dan Sehat

Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Majelis Ulama Indonesia(MUI) Jawa Timur bersama Yayasan Dana Sosial Al-Falah(YDSF) dan Bank Syariah menggelar pelatihan tata cara penanganan hewan qurban sesuai syariat bagi takmir masjid se-Jawa Timur, Sabtu(24/5/2026).

Kegiatan bertajuk Pelatihan Tata Cara Penanganan Hewan Qurban Sesuai Syariat (Perspektif Fiqih dan Medis Veteriner) tersebut berlangsung di Kantor MUI Jatim lantai 3. Peserta berasal dari berbagai daerah, di antaranya Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, dan Ponorogo.

Pelatihan ini digelar seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelaksanaan qurban yang sesuai syariat sekaligus memperhatikan aspek kesehatan dan kesejahteraan hewan.

Ketua Lembaga Penggerak Ekonomi Umat (LPEU) MUI Jatim, drh. Heryo Sashikirono, mengatakan bahwa qurban bukan sekadar ibadah ritual, tetapi juga memiliki dampak besar dalam menggerakkan perekonomian umat. Hal itu terlihat dari potensi ekonomi qurban di Indonesia pada 2025 yang diproyeksikan mencapai Rp27,1 triliun.

Dalam pemaparannya, Heryo menjelaskan bahwa dari perspektif medis veteriner, hak dan adab terhadap hewan qurban harus tetap dijaga, termasuk saat proses penyembelihan berlangsung.

“Sapi harus diperlakukan dengan baik agar tidak mengalami stres,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi stres pada hewan dapat memengaruhi kualitas serta cita rasa daging. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai tujuh tahapan penyembelihan hewan qurban hingga metode meat handling yang meneladani praktik Rasulullah saw.

Sementara itu, Direktur Penghimpunan dan Komunikasi YDSF, Khoirul Anam, menegaskan komitmen YDSF untuk terus mendukung berbagai ikhtiar kebaikan demi kemaslahatan umat. Ia juga menilai kehalalan makanan yang dikonsumsi umat Islam harus dipastikan sejak awal proses.

Sekretaris Umum MUI Jatim, Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, S.H.I., M.Si., turut mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal kehalalan makanan yang beredar dan dikonsumsi masyarakat. Menurutnya, hal tersebut turut memengaruhi karakter dan kondisi psikologis seseorang.

“Dengan mengawal betul kehalalan makanan yang dikonsumsi, semoga menjadi amal jariyah bagi kita dan dapat menggugurkan kesalahan-kesalahan kita yang lalu,” tegasnya.

Sebelumnya, YDSF juga telah menggelar pelatihan juru sembelih halal (Juleha) di berbagai daerah, di antaranya di Masjid Manarul Islam Bangil, Masjid Al Ikhlas Prima Garden Estate Sidoarjo, Aula PCNU Bondowoso, Aula Panti Yatim Panarukan Situbondo, serta sejumlah titik lainnya di Gresik.

Need Help? Chat with us