Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM –
Musyawarah Wilayah (Muswil) Serikat Pekerja Produktiva Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Jawa Timur menjadi momentum penting bagi keberlanjutan organisasi, sekaligus menentukan arah kepemimpinan untuk masa bakti 2026–2030.
Dalam Muswil yang digelar di Sea Monsters, Jalan Darmo Kali, Surabaya, Minggu (30/8/2026), tiga nama diusulkan sebagai kandidat Ketua DPW SP Produktiva Jawa Timur. Ketiganya yakni Eko Purwanto, S.Sos., Ketua DPC SP Produktiva Surabaya; Zaenal Mustofa, S.Kom., pengurus DPW SP Produktiva Jawa Timur; serta Supolo Setyo Wibowo, S.H., M.H., Ketua DPC SP Produktiva Gresik.

Setelah melalui proses musyawarah secara mufakat, forum Muswil menetapkan Supolo Setyo Wibowo, S.H., M.H. sebagai Ketua DPW SP Produktiva Jawa Timur masa bakti 2026–2030.
Terpilihnya Supolo menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru di tubuh SP Produktiva Jawa Timur. Mandat tersebut sekaligus membawa tanggung jawab untuk melanjutkan konsolidasi organisasi dan menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pekerja maupun serikat pekerja di tengah dinamika hubungan industrial.

Ketua DPW SP Produktiva Jawa Timur demisioner, Ir. H.M. Asrori Murtadlo, menjelaskan bahwa Muswil merupakan agenda organisasi yang digelar setiap empat tahun sekali. Menurutnya, terdapat tiga hal utama yang menjadi inti pelaksanaan Muswil, yakni merencanakan program-program organisasi ke depan, menetapkan garis-garis besar haluan organisasi, serta melaksanakan suksesi kepemimpinan.
Ia berharap, kepemimpinan baru yang telah ditetapkan melalui Muswil tersebut dapat memberikan warna baru bagi SP Produktiva Jawa Timur dan membawa organisasi berkembang ke arah yang lebih baik.
“Muswil ini adalah agenda empat tahunan yang intinya ada tiga, yaitu merencanakan program-program ke depan seperti apa, menetapkan garis-garis besar haluan organisasi, dan suksesi. Kami berharap dengan terpilihnya kepemimpinan yang baru, bisa mewarnai sesuatu yang baru dan membawa Produktiva bisa berkembang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPW SP Produktiva Jawa Timur terpilih, Supolo Setyo Wibowo, S.H., M.H., mengaku menyadari besarnya amanah yang diberikan kepadanya. Namun, karena mandat tersebut merupakan amanah organisasi, ia menyatakan siap mengembannya hingga akhir masa tugas.
“Amanah ini terlalu besar buat saya sebenarnya. Namun, karena ini amanah, saya harus tetap mengemban hingga titik akhir tugas saya,” ujar Supolo.
Ia juga menilai perjalanan SP Produktiva selama 22 tahun telah menjadi modal penting bagi organisasi untuk terus berkembang. Ke depan, ia ingin memperbesar peran dan posisi Produktiva agar semakin diperhitungkan.
“Produktiva sudah berkibar payungnya, 22 tahun. Namun perlu dan harus dibesarkan payungnya, sehingga Produktiva tidak bisa dipandang sebelah mata oleh yang lain,” tegasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Supolo menegaskan bahwa visi dan misi organisasi yang sudah ada akan tetap dilanjutkan. Namun, pihaknya akan melakukan penajaman agar program-program tersebut dapat diwujudkan secara lebih konkret.
“Pastinya, visi dan misinya harus kita lanjutkan. Langkah kami adalah, kami mencoba merapatkan untuk mempertajam supaya lebih konkret. Hal-hal lain yang masih minus akan kami tutup, dan mencoba langkah baru yang lebih produktif,” jelasnya.
Muswil SP Produktiva Jawa Timur tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi dan meneguhkan arah perjuangan organisasi selama empat tahun ke depan.
Dengan tema “Sebuah Tantangan yang Butuh Jawaban”, kepemimpinan baru SP Produktiva Jawa Timur periode 2026–2030 dihadapkan pada agenda dan tantangan ketenagakerjaan yang membutuhkan langkah konkret, sekaligus kemampuan organisasi untuk tetap profesional, produktif dan mampu memberikan kesejahteraan bagi anggotanya.

















