Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat persiapan peserta magang Indonesia di Jepang menyusul perubahan kebijakan dari Technical Intern Training Program (TITP) menuju Ikusei Shurou Seido atau Employment for Skill Development Program (ESDP).
Perubahan tersebut dinilai menjadi momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas peserta sebelum dan selama menjalani pengalaman kerja di Jepang. Selain kemampuan teknis, peserta didorong memahami standar kerja, disiplin, keselamatan, produktivitas, kualitas, serta budaya kerja di negara tersebut.
Peralihan dari TITP ke ESDP
Berdasarkan keterangan resmi Kemnaker di Jakarta, Jumat, TITP selama ini menjadi program pemagangan kerja bagi tenaga kerja asing, termasuk peserta dari Indonesia. Sementara itu, ESDP merupakan program baru Jepang yang lebih menekankan pengembangan keterampilan peserta.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan perubahan kebijakan tersebut perlu direspons dengan peningkatan kualitas persiapan peserta. Menurut dia, pengalaman kerja di Jepang seharusnya tidak hanya menjadi kesempatan memperoleh pengalaman, tetapi juga proses pembelajaran yang memperkuat kompetensi dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
Cris menyampaikan apresiasi kepada perusahaan yang telah memberikan kesempatan bagi peserta Indonesia untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan mendapatkan pengalaman kerja di Jepang. Ia menilai pengembangan keterampilan perlu menjadi bagian penting selama peserta mengikuti program magang.
Peserta diminta memahami budaya kerja
Kemnaker mengingatkan peserta agar memanfaatkan kesempatan magang dengan baik dan mematuhi peraturan yang berlaku. Peserta juga diminta menjaga kesehatan serta keselamatan kerja dan mempertahankan nama baik Indonesia selama berada di Jepang.
Cris berharap peserta tidak berhenti pada penguasaan keterampilan teknis. Mereka juga perlu mempelajari disiplin, produktivitas, keselamatan kerja, kualitas, serta budaya kerja Jepang sebagai bagian dari kesiapan memasuki dunia kerja.
Arahan tersebut sejalan dengan fokus ESDP yang menempatkan pengembangan keterampilan sebagai unsur penting dalam program bagi peserta asing. Dengan demikian, pengalaman kerja yang dijalani peserta diharapkan dapat memperkuat kemampuan mereka secara lebih menyeluruh.
Perusahaan diharapkan memberi masukan
Selain meminta kesiapan peserta ditingkatkan, Kemnaker mengharapkan perusahaan penerima magang memberikan masukan mengenai kebutuhan keterampilan dan tenaga kerja di lapangan. Informasi dari perusahaan akan menjadi bahan bagi pemerintah Indonesia dalam menyiapkan peserta yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri di Jepang.
Masukan tersebut juga diharapkan membantu mempertemukan proses pemagangan dengan tuntutan dunia kerja. Dengan mengetahui kebutuhan di lapangan, persiapan peserta dapat diarahkan pada kompetensi yang relevan selama mereka menjalani program.
Kemnaker turut berharap perusahaan terus menyediakan lingkungan kerja yang aman, kondusif, dan mendukung proses pembelajaran. Lingkungan tersebut dinilai penting agar peserta dapat mengembangkan keterampilan sekaligus memperoleh pengalaman kerja secara optimal.
Cris juga meminta setiap persoalan yang muncul selama program dapat dikomunikasikan dan diselesaikan secara bersama-sama oleh pihak terkait. Langkah itu diharapkan mendukung keberlangsungan proses belajar peserta serta menjaga pengalaman magang tetap sesuai dengan tujuan pengembangan kompetensi.
Sumber: ANTARA News – Bisnis

















