Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Jumat. Rupiah naik 51 poin atau 0,29 persen menjadi Rp17.693 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya sebesar Rp17.744 per dolar AS.
Penguatan tersebut berlangsung setelah muncul penegasan mengenai arah kebijakan dan independensi Bank Indonesia. Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menilai penguatan rupiah turut dipengaruhi pernyataan Destry Damayanti mengenai sinergi BI dengan pemerintah.
Menurut Amru, Destry menegaskan bahwa kerja sama yang lebih kuat dengan pemerintah tidak akan mengurangi independensi maupun kredibilitas Bank Indonesia. Destry juga menyampaikan pentingnya bauran kebijakan serta pendalaman pasar uang dan valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah.
Destry dan Aida Disetujui untuk Periode 2026-2031
Komisi XI DPR RI melalui rapat internal menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI terpilih untuk periode 2026-2031. Pada rapat yang sama, Aida S. Budiman disetujui sebagai Deputi Gubernur Senior BI terpilih untuk periode yang sama.
Destry secara definitif menggantikan Perry Warjiyo, yang mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada 25 Juli 2026. Sementara itu, posisi Deputi Gubernur Senior yang sebelumnya ditempati Destry akan diisi oleh Aida S. Budiman.
Dalam penjelasannya, Destry menyatakan BI pada dasarnya mendukung pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) juga mengamanatkan BI menciptakan iklim ekonomi yang kondusif guna mendorong pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja.
Investor Menanti Data Domestik dan Arah The Fed
Amru mengatakan investor ke depan akan mencermati sejumlah agenda domestik, terutama data inflasi dan perdagangan. Pasar juga memperhatikan perkembangan proses penetapan Gubernur Bank Indonesia berikutnya.
Dari sisi eksternal, pergerakan dolar AS masih menjadi faktor utama yang memengaruhi arah rupiah. Dolar AS bergerak relatif terbatas, dengan indeks DXY berada di sekitar 99,18. Pada saat yang sama, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun masih berada di level cukup tinggi, yakni sekitar 4,68 persen.
Kondisi tersebut dinilai membuat ruang penguatan rupiah cenderung terbatas. Perhatian pasar pada hari itu juga tertuju pada pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Amru menjelaskan, pernyataan yang lebih hawkish berpotensi memperkuat dolar AS dan menekan rupiah. Sebaliknya, sinyal yang lebih dovish dapat membuka ruang bagi rupiah untuk melanjutkan penguatan.
Selain kurs penutupan perdagangan, data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menunjukkan penguatan. JISDOR berada di level Rp17.703 per dolar AS, naik dari posisi sebelumnya sebesar Rp17.762 per dolar AS.
Sumber: ANTARA News – Finansial

















