Pengacara Aktivis KAMMI Minta TNI AU Proses Hukum Anggota Pelaku Penganiayaan

0
13
Pengacara Aktivis KAMMI Minta TNI AU Proses Hukum Anggota Pelaku Penganiayaan

INFOJAWATIMUR.com Ketua Area Politik Hukum serta Ketenteraman Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Rizki Agus Saputra memohonkan TNI AU memproses hukum anggota yang tersebut melakukan penganiayaan terhadapnya secara transparan.

Kuasa hukum Rizki, Zainur Ridlo berharap selain dijatuhi sanksi disiplin anggota TNI yang disebutkan juga telah semestinya diproses hukum hingga ke tahap peradilan militer.

“Itu harapan kami, bagaimana perkara ini tiada dapat terulang lagi, dan juga mampu menjadi pembelajaran kita bersama. Sehingga tidaklah ada lagi korban-korban yang sama,” kata Ridlo di area Sekretariat Pimpinan Pusat KAMMI, Tebet, DKI Jakarta Selatan, Mingguan (17/12/2023).

Di samping itu, kata Ridlo, ia juga memohon TNI AU secara transparan mengungkap identitas pelaku. Sebab hingga kekinian walaupun TNI AU mengklaim sudah menangkap pelaku, identitasnya tak kunjung diungkap.

“Pada ketika ini saya selaku penasehat hukum belum mendapatkan identitas dari terlapor melawan nama siapa. Jangan sampai ketidaktransparanan ini sehingga perkara ini begitu hanya menghilang,” ujarnya.

Dianiaya hingga Diancam Dibunuh

Sebelumnya Rizki mengaku mengalami luka lebam dalam mata, paha, bibir hingga kepala akibat dianiaya satu anggota TNI AU kemudian dua orang bukan dikenal pada Cakung, Ibukota Timur, Hari Jumat (15/12/2023). Dia bahkan mengklaim hingga kekinian masih merasa pusing akibat luka akibat aksi penganiayaan tersebut.

“Saya pada ketika ini sedang pemulihan oleh sebab itu mata saya masih memar. Mohon maaf belum dapat hadir secara langsung, kemudian juga paha saya juga sedang memar besar, biru, terus bibir saya juga sebanding masih pada tahap pemulihan lalu kepala saya juga masih pusing-pusing,” ungkap Rizki pada waktu jumpa pers.

Rizki juga mengaku masih belum mengetahui motif anggota TNI AU kemudian dua orang tiada dikenal yang disebutkan menganiayanya. Sebab selain tiada kenal terhadap ketiga pelaku, ia juga mengklaim beberapa hari sebelum perkembangan ini terjadi tak pernah terlibat hambatan dengan pihak manapun.

“Saya sempat merenung sambil dihajar itu, apa ada urusan keluarga atau apa, saya tiada tahu,” tuturnya.

Rizki lantas menceritakan, insiden penganiayaan ini pada waktu itu terjadi ketika ia hendak pulang ke rumahnya dari Rumah Sakit Islam Pondok Kopi. Sejak dua hari sebelumnya ia menjaga istrinya yang digunakan sedang dirawat di dalam sana oleh sebab itu sakit.

Kemudian pada perjalanan pada Flyover Pondok Kopi dua orang bukan dikenal secara tiba-tiba membunyikan klakson hingga menghadangkan motor yang mana dikendarainya. Kedua orang yang dimaksud juga sempat melontarkan umpatan.

“Terus berulang kali sampai beliau ngomong kasar, ia bilang ‘anjing kamu’. Kita balas spontan, akhirnya kita jalan terus oleh sebab itu saya tidaklah kenal siapa orang itu. Selanjutnya, untuk keempat kalinya, tanpa peringatan dari samping, saya dengan segera ditendang,” katanya.

Setelah terjadi aksi saling tendang, Rizki kemudian berjalan perlahan menuju tempat ramai. Saat menengok ke arah belakang, Rizki mengaku kaget ternyata orang yang ada dalam belakangnya yang diduga menendangnya itu merupakan pria berseragam dinas TNI AU.

“Saya akhirnya menepi, akhirnya beliau menarik baju saya, leher saya dicekik, kemudian saya dengan segera dipegang, ada yang digunakan meninju saya. Makanya mata saya memar, di tempat sebelah sini, kemudian kepala saya juga dipukuli tanpa ampun. Dengan baju seragam lengkap, menggunakan sepatu lengkap, dengan atribut TNI,” tuturnya.

Selain dianiaya, Rizki mengumumkan anggota TNI AU yang dimaksud juga sempat mengancam membunuhnya.

“Dia sampai mengatakan, ‘saya ini tentara, terhenti kamu ya!’,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here