Infojatim.com – Suasana malam di RT 09 RW 02 Kelurahan Simomulyo mendadak hangat. Puluhan warga berkumpul, duduk melingkar bukan sekadar untuk silaturahmi rutin, melainkan demi membedah masa depan lingkungan mereka. Pertemuan rembuk warga kali ini menjadi begitu krusial karena mengupas tuntas tiga pilar penting: ketahanan ekologi melalui pengelolaan sampah, jaring pengaman sosial, hingga digitalisasi administrasi kependudukan.
Hadir memimpin jalannya diskusi, Ketua RT 09 dan Ketua RW 02 beserta jajaran stafnya. Pertemuan ini juga mendapat atensi khusus dari tingkat pemangku kebijakan kelurahan hingga wilayah, dengan hadirnya Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Kelurahan Simomulyo, Ibu Budi, serta Koordinator Wilayah (Korwil) Surabaya Barat, Bapak Yabes. Tidak ketinggalan, barisan ibu-ibu PKK yang dipimpin langsung oleh Ibu Susana turut mengambil peran aktif di garda depan.
Revolusi Sampah Organik: Dari Maggot hingga Komposter
Fokus utama dalam rembuk warga ini tertuju pada isu klasik perkotaan yang kian mendesak: pengelolaan sampah rumah tangga.
Ibu Budi, Kasi Kesra Kelurahan Simomulyo, dalam arahannya menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya kemandirian warga dalam mereduksi sampah dari hulu. Beliau menaruh harapan besar agar warga RT 09 tidak lagi sekadar membuang sampah, melainkan mampu mengelolanya secara produktif. Salah satu metode yang ditekankan adalah budidaya maggot (Black Soldier Fly).
”Jika kita bisa mengelola sampah organik dengan maggot, kita tidak hanya mengurangi beban TPA (Tempat Pembuangan Akhir), tapi juga menciptakan nilai ekonomis baru. Maggot ini bisa jadi pakan ternak berprotein tinggi,” ujar Ibu Budi di hadapan warga.
Guna memberikan pemahaman teknis yang aplikatif, fasilitator kelurahan (faskel), Yoyok dan Mimin, turun tangan membedah metode komposting. Keduanya memperagakan bagaimana alat komposter bekerja merubah sisa dapur menjadi pupuk organik cair maupun padat. Edukasi taktis ini menyasar ibu-ibu PKK di bawah koordinasi Ibu Susana, yang diproyeksikan menjadi motor penggerak utama gerakan “Zero Waste” di lingkup rumah tangga.
Memperkuat Perlinsos dan Percepatan IKD
Selain urusan lingkungan, pertemuan malam itu juga menjadi ruang sosialisasi program strategis pemerintah terkait Perlindungan Sosial (Perlinsos). Kehadiran Korwil Surabaya Barat, Bapak Yabes, memberikan bobot tersendiri dalam memastikan hak-hak sosial warga kurang mampu dapat terpenuhi dengan tepat sasaran melalui pemutahiran data yang transparan.
Sejalan dengan komitmen digitalisasi pelayanan publik, forum ini juga menggenjot aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Staf RW dan RT secara aktif mendampingi warga untuk bermigrasi dari KTP fisik ke aplikasi digital di ponsel mereka. Langkah ini dinilai krusial untuk memangkas birokrasi dan mempermudah akses warga terhadap berbagai layanan dasar ke depan.
Menuju Kampung Mandiri dan Tangguh
Pertemuan yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan komitmen bersama. Melalui sinergi antara kebijakan kelurahan, pengawasan dari Korwil Surabaya Barat, kerja keras pengurus RT/RW, serta partisipasi aktif kader PKK dan warga, RT 09 RW 02 Simomulyo bertekad menjadi pelopor kampung mandiri yang tangguh secara sosial dan mandiri dalam pengelolaan lingkungan.
