Robot Artificial Intelligence untuk Menjawab Pertanyaan Soal Agama Islam Dikenalkan

0
7
Robot Artificial Intelligence untuk Menjawab Pertanyaan Soal Agama Islam Dikenalkan

INFOJAWATIMUR.com – MADINAH – Kepresidenan Urusan Agama Masjidil Haram dan juga Masjid Nabawi kembali menorehkan prestasi pada memberikan pelayanan kepada umat Islam dengan memperkenalkan robot pemandu pintar yang digunakan mampu menjawab pertanyaan terkait agama dan juga fatwa.

Menurut laporan Kantor Berita Arab Saudi (SPA), robot kecerdasan buatan ini menawarkan layanan fatwa di 11 bahasa sehingga menunjukkan kemajuan signifikan terkini yang mana dilaksanakan Kepresidenan Urusan Agama Masjidil Haram serta Masjid Nabawi.

Sebelas bahasa yang tersebut digunakan robot yang disebutkan adalah Arab, Inggris, Prancis, Rusia, Persia, Turki, Melayu, Urdu, China, Bengali, lalu Hausa.

Setiap robot miliki kamera definisi tinggi untuk perekaman panorama, speaker dan juga teknologi peredam bising untuk pernyataan yang digunakan lebih besar jernih dan juga mikrofon berkualitas tinggi untuk menjamin audio yang digunakan lebih banyak baik, menurut laporan tersebut.

Robot yang dimaksud akan berkeliaran dalam sekitar halaman Masjidil Haram untuk menjalankan fungsinya. Robot yang dimaksud sangat populer pada kalangan jamaah haji serta umrah dengan membantu menjawab berbagai pertanyaan seputar agama, demikian bunyi laporan tersebut.

Setiap robot juga dilengkapi dengan layar sentuh berukuran 21 inci yang dimaksud dapat digunakan untuk berbagai layanan penting terhadap pengunjung Masjidil Haram seperti petunjuk, arahan, dan juga pendapat.

Dilengkapi dengan empat roda memungkinkan robot untuk bergerak kemudian berhenti dengan lancar selain beroperasi secara nirkabel juga dengan kecepatan 5GHz sehingga memungkinkan pengiriman data yang dimaksud cepat juga efisien juga memberikan layanan fatwa.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pembangunan ekonomi pada teknologi modern juga kecerdasan buatan (AI) yang mana menjadi inti strategi peningkatan layanan bagi jamaah.

“Kepresidenan juga bermaksud untuk menawarkan layanan fatwa secara elektronik sejalan dengan ajaran Islam yang tersebut bercirikan toleransi serta inklusi,” menurut laporan itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here