Telkomsel kembali membuka program NextDev untuk ke-12 kalinya guna mendorong technopreneur lokal mengembangkan solusi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) yang berdampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Program yang mengusung tema “AI-Powered Innovations” ini memprioritaskan perusahaan rintisan yang telah menggunakan atau sedang mengeksplorasi AI untuk menjawab persoalan sosial dan lingkungan. Pendaftaran bagi technopreneur dari seluruh Indonesia dibuka hingga 9 November 2026 melalui laman resmi NextDev.
General Manager Household Consumer Business Region Bali Nusra Telkomsel Ricky Erickson Panggabean mengatakan NextDev dirancang sebagai wadah bagi technopreneur untuk membuktikan pemanfaatan teknologi dalam menyelesaikan masalah nyata.
Menurut Ricky, NextDev berperan sebagai impact incubator yang mendampingi peserta dalam memperkuat aspek teknologi, bisnis, dan dampak inovasi. Program ini juga membuka peluang kolaborasi dengan ekosistem Telkomsel.
Tiga tahap pengembangan technopreneur
NextDev ke-12 dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu Scouting, Academy, dan Summit. Pada tahap Scouting, proses kurasi menilai sejumlah aspek, termasuk performa bisnis, dampak solusi, keunikan inovasi, serta kualitas dan kesiapan technopreneur.
Sebanyak 20 technopreneur terpilih akan menjalani proses validasi dan pitching. Dari proses tersebut, akan dipilih 10 peserta untuk mengikuti NextDev Academy. Peserta Academy memperoleh pendampingan dari mentor di bidang teknologi dan AI, keuangan, pemasaran, serta produktivitas.
Pendampingan diarahkan untuk membantu peserta menguji kebutuhan pengguna, memperkuat model bisnis, meningkatkan operasional, dan menciptakan nilai tambah melalui penerapan AI. Setelah itu, perkembangan peserta dan bukti dampak inovasi mereka akan dipresentasikan dalam NextDev Summit pada 2027.
Sepuluh technopreneur terbaik juga berkesempatan menjajaki kerja sama bisnis dengan unit terkait di Telkomsel. Bentuknya dapat mencakup eksplorasi kebutuhan, pengembangan dan uji coba solusi, hingga integrasi atau komersialisasi, bergantung pada kesiapan dan relevansi masing-masing inovasi.
Pitching Battle di Denpasar
Sebagai bagian dari rangkaian roadshow di Jakarta, Makassar, Batam, Denpasar, Bandung, dan Yogyakarta, Telkomsel menghadirkan Pitching Battle. Kegiatan ini memberi ruang bagi technopreneur lokal yang lolos kurasi awal untuk mempresentasikan solusi di hadapan panel juri, sekaligus memperoleh masukan dan peluang mengikuti seleksi tingkat nasional.
Dalam Pitching Battle di Denpasar, tiga startup mengikuti kegiatan tersebut, yakni Tripbone, Drillo, dan CABE Akademi. Ketiganya membawa inovasi digital di bidang pariwisata, pendidikan, serta pengembangan talenta digital.
Drillo memperoleh kesempatan fast track untuk langsung masuk jajaran 20 besar technopreneur NextDev ke-12. Perwakilan Drillo.id, Syifa, menjelaskan bahwa startup tersebut mengembangkan solusi pendidikan berbasis AI.
Solusi itu tidak hanya menyediakan latihan soal, tetapi juga membantu siswa dan sekolah menganalisis hasil ujian. Analisis tersebut digunakan untuk mengetahui kemampuan yang masih perlu ditingkatkan. Drillo saat ini telah bekerja sama dengan delapan sekolah di Bali dan menjangkau lebih dari 1.900 siswa.
Rekam jejak NextDev
Dalam 11 penyelenggaraan sebelumnya, NextDev telah menginkubasi 162 perusahaan digital dari 6.798 pendaftar. Program tersebut didukung 2.316 ahli dan mentor.
Melalui penyelenggaraan ke-12, Telkomsel kembali mengarahkan program inkubasinya pada penguatan solusi digital yang memiliki relevansi masalah, potensi dampak, keunikan inovasi, dan fondasi bisnis untuk berkembang. Technopreneur yang memenuhi kriteria tersebut masih dapat mendaftarkan solusinya sampai batas waktu yang ditetapkan.
Sumber: ANTARA News – Bisnis


















