Berita  

Wamenko Polhukam Paparkan Tiga Langkah Strategis Pemberantasan Narkotika

Strategi itu mencakup penindakan tanpa pandang bulu, penguatan regulasi vape, serta pencegahan dan edukasi masif.

Sertifikatin 1

Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polhukam) Lodewijk Freidrich Paulus menyampaikan tiga langkah strategis untuk memperkuat pemberantasan narkotika di Indonesia. Ia menegaskan, penanganan perkara tidak cukup berhenti pada pemusnahan barang bukti, tetapi harus dilanjutkan melalui kerja sama antarlembaga secara berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Lodewijk di Bandarlampung, Senin. Menurut dia, komitmen, kolaborasi, dan sinergi diperlukan agar penindakan tidak hanya menyasar barang bukti serta pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap jaringan yang berada di balik peredaran narkotika.

Penindakan terhadap jaringan hingga bandar

Langkah pertama yang ditekankan ialah penindakan secara tegas dan tanpa pandang bulu. Lodewijk meminta aparat penegak hukum mengembangkan setiap kasus hingga menemukan akar jaringan, termasuk produsen, distributor, dan bandar besar.

Ia juga menegaskan tidak boleh ada ruang kompromi terhadap peredaran narkotika. Dalam konteks vape yang mengandung narkotika, Lodewijk menyatakan produk tersebut harus diperlakukan sebagai bagian dari kejahatan narkotika dan dikenai hukuman yang berat.

Menurut dia, pengungkapan jaringan penting untuk memastikan pemberantasan tidak berhenti pada pihak yang tertangkap saat menguasai atau mengedarkan barang terlarang. Penelusuran yang lebih menyeluruh diperlukan untuk membongkar mata rantai peredaran narkotika.

Penguatan regulasi dan pengawasan vape

Langkah kedua adalah memperkuat regulasi serta pengawasan dari sisi hulu. Lodewijk mengatakan dirinya telah menyampaikan persoalan aturan terkait kepada Wakil Jaksa Agung. Ia juga menyebut Kapolri telah meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan pandangan mengenai keharaman penggunaan vape.

Selain itu, ia menilai impor liquid, katride, dan perangkat vape lainnya perlu diperketat. Untuk membahas revisi serta pengetatan tata niaga vape, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Bea Cukai.

Lodewijk menekankan perlunya pembedaan yang jelas antara produk tembakau legal dan vape yang digunakan sebagai sarana kejahatan narkotika. Penguatan pengawasan di tahap hulu dinilai menjadi bagian penting untuk mencegah penyalahgunaan produk dan perangkat tersebut.

Pencegahan dan edukasi di kalangan anak muda

Langkah ketiga ialah memperluas pencegahan dan edukasi di hilir. Lodewijk mengatakan perang melawan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan instrumen hukum dan penindakan bersenjata.

Ia meminta Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Pendidikan, BNPT, serta seluruh elemen masyarakat menjalankan kampanye secara luas. Kampanye itu diarahkan ke sekolah, kampus, dan media sosial untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan vape yang mengandung narkotika.

Menurut Lodewijk, upaya tersebut juga bertujuan membangun pemahaman di kalangan anak muda bahwa narkoba merupakan musuh bersama. Ia mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat kerja sama menghadapi perkembangan modus kejahatan narkotika.

Lodewijk menilai perlindungan generasi muda merupakan bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas dari ancaman narkoba. Karena itu, tiga langkah tersebut perlu dijalankan secara terpadu, mulai dari penindakan jaringan, penguatan aturan dan pengawasan, hingga pencegahan melalui edukasi publik.

Sumber: ANTARA News – Terkini

Home Trending Kontak