Bisnis  

AHY Dorong Optimalisasi Infrastruktur Sumber Daya Air untuk Perkuat Ketahanan Air

Pengelolaan air dinilai perlu mencakup kebutuhan rumah tangga, industri, irigasi, hingga pengendalian banjir secara terintegrasi.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mendorong optimalisasi infrastruktur sumber daya air untuk memperkuat ketahanan air di Indonesia. Menurut dia, ketersediaan air dibutuhkan tidak hanya untuk rumah tangga, tetapi juga sektor industri dan kegiatan ekonomi digital.

AHY menyampaikan hal tersebut di Jakarta, Senin. Ia menilai air merupakan salah satu kebutuhan strategis yang harus disiapkan bersamaan dengan ketahanan pangan dan ketahanan energi.

"Air sekali lagi menjadi sangat penting," ujar AHY.

Infrastruktur air dan kebutuhan industri

AHY mengatakan Indonesia telah memiliki sejumlah infrastruktur sumber daya air, antara lain bendungan, embung, dan reservoir. Infrastruktur tersebut perlu dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung aktivitas industri.

Salah satu sektor yang disebut membutuhkan dukungan air ialah industri ekonomi digital, termasuk pusat data. Karena itu, pemerintah dinilai perlu menyiapkan peta jalan yang dapat mengakomodasi kebutuhan pusat data tanpa mengesampingkan kebutuhan air untuk masyarakat, tanaman, ternak, dan lingkungan.

AHY juga mengingatkan pentingnya mencegah pencemaran serta penggunaan air yang tidak tepat guna dan tidak efisien. Ia menyebut ketahanan air bersih sebagai isu dunia yang pada masa mendatang berpotensi menjadi sumber konflik antarnegara.

Pengelolaan air harus terintegrasi

Menurut AHY, ketahanan air merupakan bagian dari ketahanan ekonomi karena menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Oleh sebab itu, pengelolaan air tidak cukup dilakukan melalui pembangunan infrastruktur secara terpisah.

Ia mendorong pendekatan yang menghubungkan berbagai aspek, mulai dari kesehatan daerah aliran sungai, penyediaan air baku dan irigasi, hingga layanan air minum serta sanitasi. Pengendalian banjir, perlindungan pesisir, dan pemanfaatan solusi berbasis alam juga perlu menjadi bagian dari pengelolaan tersebut.

Pendekatan terpadu itu, lanjut AHY, harus berjalan seiring dengan pembangunan kota dan infrastruktur yang tangguh. Berbagai persoalan air dinilai saling berkaitan, sehingga penanganannya memerlukan kebijakan dan kerja lintas sektor.

Kolaborasi untuk investasi ketahanan air

Sejumlah tantangan yang disebut AHY meliputi pencemaran sungai, sedimentasi, banjir, penurunan muka tanah, serta kenaikan permukaan air laut. Persoalan-persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan membangun satu jenis infrastruktur atau mengandalkan satu pihak.

Karena itu, AHY mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pembiayaan, akademisi, masyarakat, dan mitra pembangunan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mengubah kebutuhan ketahanan air menjadi investasi yang konkret dan memberikan dampak.

Dengan optimalisasi infrastruktur yang sudah tersedia dan pengelolaan yang terintegrasi, kebutuhan air untuk masyarakat, lingkungan, pertanian, peternakan, serta industri dapat ditempatkan dalam satu kerangka kebijakan. Namun, AHY menekankan bahwa pemanfaatan air tetap harus dilakukan secara efisien dan disertai upaya pencegahan pencemaran.

Sumber: ANTARA News – Bisnis

Home Trending Kontak
Exit mobile version