Bank Jakarta memperkuat tata kelola perusahaan dan memperluas jangkauan layanan perbankan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini ditempuh untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di Jakarta.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H Widodo mengatakan kepercayaan merupakan fondasi utama dalam bisnis perbankan. Karena itu, penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) terus dibangun dan diperbaiki secara berkelanjutan.
“Bisnis bank itu adalah bisnis kepercayaan,” kata Agus di Jakarta, Kamis. Menurut dia, bank perlu memastikan tata kelola berjalan dengan baik agar kepercayaan masyarakat dapat dipelihara.
Penguatan kepatuhan dan pengendalian internal
Agus menjelaskan, penguatan tata kelola dilakukan melalui sejumlah aspek, antara lain kepatuhan, manajemen risiko, dan sistem pengendalian internal. Perbaikan pada berbagai unsur tersebut ditujukan agar operasional bank berlangsung sehat, akuntabel, dan transparan.
Ia menyebut terdapat lima prinsip yang menjadi landasan penerapan tata kelola perusahaan di Bank Jakarta. Prinsip tersebut mencakup transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, integritas, dan kewajaran.
Penjelasan itu disampaikan Agus setelah mengikuti diskusi bersama Lintas Generasi Aktivis (LIGA) Pro Jakarta di Gedung Gondangdia Lama 25, Cikini, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa tata kelola bukan sekadar kebijakan, melainkan proses yang perlu terus diperbaiki.
Perluas akses layanan untuk UMKM
Selain membangun tata kelola, Bank Jakarta mengembangkan sentra mikro dan sentra UMKM untuk memperluas akses layanan perbankan bagi pelaku usaha. Strategi tersebut dirancang agar pembiayaan dan layanan perbankan dapat disalurkan lebih efektif sesuai karakteristik serta kebutuhan setiap segmen usaha.
Agus mengatakan pengembangan sentra mikro menjadi perhatian karena pelaku usaha mikro membutuhkan layanan yang dekat dengan lokasi usaha dan pasar mereka. Kedekatan itu diharapkan mempermudah pelaku usaha memperoleh akses terhadap layanan keuangan.
Melalui pendekatan tersebut, Bank Jakarta menargetkan penetrasi layanan perbankan kepada pelaku usaha mikro dapat semakin optimal. Kehadiran sentra mikro di sekitar aktivitas ekonomi masyarakat juga diharapkan mendukung kemudahan akses bagi pelaku UMKM.
Jangkauan nasabah mencapai sekitar empat juta
Agus menyampaikan jumlah nasabah Bank Jakarta saat ini mencapai kurang lebih empat juta orang. Menurut dia, angka tersebut menggambarkan jangkauan layanan bank yang terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ia mengatakan penguatan tata kelola, peningkatan manajemen risiko, dan perluasan layanan bagi UMKM merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan nasabah. Langkah itu sekaligus diarahkan untuk memperkuat peran Bank Jakarta dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di ibu kota.
Agus juga menyampaikan apresiasi kepada LIGA Pro Jakarta atas penyelenggaraan diskusi dan masukan yang diberikan untuk kebaikan serta kemajuan Bank Jakarta.
Presidium LIGA Pro Jakarta Syafti Hidayat, yang akrab disapa Ucok, turut mengapresiasi inovasi dan terobosan Bank Jakarta di bawah kepemimpinan Agus H Widodo. Ia berharap kualitas layanan bank tersebut terus meningkat dan mampu mengungguli bank-bank Himbara maupun swasta.
Sumber: ANTARA News – Terkini














