Perum Bulog mencatat stok beras nasional yang dikuasainya mencapai sekitar 4,8 juta ton. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menilai jumlah tersebut masih memadai untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat hingga akhir 2026.
Pernyataan itu disampaikan Ahmad Rizal di Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu. Ia menjelaskan, persediaan beras tersebut tersimpan di sejumlah gudang milik Bulog serta fasilitas penyimpanan swasta yang disewa perusahaan untuk menampung beras pemerintah.
Kapasitas gudang Bulog tidak mencukupi
Ahmad Rizal mengatakan kapasitas gudang milik Bulog saat ini tidak lagi cukup untuk menampung seluruh stok beras yang dikuasai. Karena itu, perusahaan memanfaatkan gudang-gudang swasta sebagai lokasi penyimpanan tambahan.
“Gudang-gudang Bulog sendiri pun sudah tidak muat lagi untuk menyimpan beras Bulog,” kata Ahmad Rizal. Menurut dia, penyewaan gudang swasta diperlukan agar seluruh persediaan beras dapat ditempatkan dan dikelola.
Stok tersebut selanjutnya akan digunakan untuk mendukung sejumlah program pemerintah di bidang pangan. Salah satunya adalah tambahan bantuan pangan yang dijadwalkan disalurkan kepada sekitar 33,2 juta penerima manfaat pada periode Oktober hingga Desember 2026.
Tambahan bantuan pangan dan beras SPHP
Selain bantuan pangan, Bulog juga akan menyalurkan tambahan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP sebanyak 1 juta ton. Penyaluran kedua program itu akan mengurangi sebagian stok beras yang saat ini dikuasai Bulog.
Meski demikian, Bulog memperkirakan persediaan beras hingga penghujung tahun tetap berada pada tingkat yang memadai. Ahmad Rizal menyebut stok yang tersisa diharapkan sedikitnya sekitar 3,2 juta ton setelah tambahan bantuan pangan dan beras SPHP disalurkan.
“Stok Bulog nanti diharapkan di akhir tahun itu minimal sekitar 3,2 juta ton,” ujarnya.
Menurut Ahmad Rizal, persediaan yang mencapai sekitar 4,8 juta ton menjadi salah satu modal Bulog untuk menjaga ketersediaan beras sekaligus mendukung pelaksanaan program pemerintah di sektor pangan. Namun, ia tidak merinci pembagian stok berdasarkan jenis program maupun lokasi penyimpanannya.
Stok Bulog Banyumas mencapai 54.686 ton
Dalam keterangan terpisah, Pemimpin Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji menyampaikan kondisi stok beras di wilayah kerjanya. Persediaan di gudang-gudang Bulog yang tersebar di Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara tercatat sebesar 54.686,374 ton.
Prawoko mengatakan jumlah tersebut diharapkan mampu mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun. Data itu menggambarkan salah satu bagian dari penyimpanan beras Bulog di tingkat wilayah, sementara angka 4,8 juta ton merupakan total stok beras nasional yang dikuasai perusahaan.
Dengan persediaan nasional tersebut, Bulog menyiapkan stok untuk penyaluran bantuan pangan periode Oktober–Desember 2026 dan tambahan beras SPHP. Setelah kedua penyaluran berlangsung, perusahaan menargetkan stok yang dikuasai tetap berada di kisaran minimal 3,2 juta ton hingga akhir tahun.
Sumber: ANTARA News – Bisnis
