Dukung Peningkatan Kualitas UMKM, Hotel NEO Gubeng Berikan Support Pada Pelatihan Keamanan Siber KAMI LATIH

Foto Bersama Seluruh Peserta di Ruang Oracle Hotel NEO Gubeng

INFOJAWATIMUR.com – Komitmen terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Kali ini, Hotel NEO Gubeng yang berlokasi di Jalan Jawa No. 17-19, Surabaya, menunjukkan kontribusinya dengan memberikan fasilitas ruang pelatihan bagi kegiatan bertajuk Pelatihan Keamanan Siber untuk UMKM, yang diselenggarakan oleh KAMI LATIH.

Bertempat di Ruang Oracle, Lantai 1 Hotel NEO Gubeng, sebanyak 30 peserta UMKM hadir dan mendapatkan edukasi langsung dari trainer keamanan siber yang telah tersertifikasi. Pelatihan ini menjadi bentuk nyata perhatian terhadap pentingnya perlindungan data dan sistem digital bagi UMKM yang semakin aktif memanfaatkan teknologi dalam aktivitas bisnis mereka.

Peserta yang hadir dari Madiun, Sidoarjo, Gresik dan Surabaya tersebut, sangat antusias mengikut pelatihan berdurasi 3 jam yang full praktek. Ari Prabowo, trainer yang dikenal memiliki kemampuan Master Trainer dan pengalaman dalam pemberdayaan UMKM diseluruh Indonesia sejak 2018 , memberikan pehamanan yang detail kepada peserta yang 100% adalah pelaku UMKM.

Materi yang disampaikan mencakup pemahaman dasar keamanan siber, perlindungan terhadap data pelanggan, hingga cara menghindari serangan phishing dan malware yang kerap mengincar pelaku usaha kecil. Dengan jumlah UMKM di Indonesia yang mencapai lebih dari 60 juta, pelatihan ini menjadi sangat relevan dan dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan usaha mereka di era digital.

“Kami mengapresiasi Hotel NEO Gubeng yang telah menyediakan fasilitasnya bagi kegiatan ini. Semakin banyak pihak yang peduli terhadap perlindungan digital UMKM, maka semakin kuat pula ekosistem ekonomi nasional kita,” ujar Ari Prabowo , CEO  KAMI LATIH, lembaga pengembangan kompetensi yang menaungi lebih dari 100 trainer bersertifikasi di seluruh Indonesia.

KAMI LATIH terus berupaya menjembatani kebutuhan pelatihan yang sesuai dengan tantangan zaman, terutama dalam hal literasi digital dan keamanan siber. Diharapkan, kegiatan serupa akan terus diperluas ke berbagai wilayah di Indonesia, agar lebih banyak UMKM yang siap menghadapi risiko dunia maya secara mandiri dan cerdas. )**MPS

Need Help? Chat with us
Exit mobile version