Eks Pengacara Brigadir J Minta Jaksa Agung Tangani Kerusakan Lingkungan dalam Kalsel

0
8
Eks Pengacara Brigadir J Minta Jaksa Agung Tangani Kerusakan Lingkungan di Kalsel

INFOJAWATIMUR.com – JAKARTA – Mantan pengacara keluarga Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mendatangi Kejaksaan Agung (Kejagung) , Kamis (13/6/2024). Dia datang pada kapasitasnya menjadi kuasa hukum Wadah KAKI Indonesia – KAKI Kalsel.

Kedatangan Kamaruddin hendak menemui Jaksa Agung ST Burhanuddin. Dia ingin mengadukan tindakan hukum kerusakan lingkungan serta kerugian negara yang terjadi pada Kota Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Hari ini kita bikin laporan ke Jaksa Agung, kemudian saya minta bertemu Jaksa Agung maupun Wakil Jaksa Agung,” ujar Kamaruddin dalam Gedung Kejagung, Jakarta, Kamis (13/6/2024).

Menurut dia, kecacatan lingkungan kemudian kerugian negara ini terjadi akibat aktivitas tambang. Aktivitas itu terjadi pada kawasan wisata Pantai Bunati, Desa Bunati. Operasional tambang yang disebutkan diduga berkaitan dengan penambangan yang diadakan dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT AS.

Kamaruddin sudah ada menimbulkan pengaduan rakyat (dumas) ke Polda kemudian Kejaksaan Tinggi Kalsel pada 19 April 2024, namun hingga pada masa kini belum ditindaklanjuti.

“Harapannya setelahnya kami kasih surat ini mereka makin giat bekerja, khususnya Jampidsus kita mendukung untuk mengatasi seperti di area Bangka Belitung kemudian di tempat Kalimantan Selatan,” katanya.

Kerusakan Pantai Bunati diduga berkaitan erat dengan pengelolaan tambang PT Amerika Serikat yang mana ketika ini dikelola oleh pihak yang tersebut tiada mempunyai kompetensi di dalam bidang pertambangan.

Sebagaimana diketahui, di dalam PT Negeri Paman Sam terjadi sengketa kepemilikan saham yang dimaksud diadakan menggunakan instrumen mafia kepailitan.

Korban dari perilaku yang disebutkan adalah PT Anzaenergy Mega Alam Nusantara yang tersebut kehilangan 99,3% saham. Aktor yang tersebut menyebabkan hal ini salah satunya oknum kurator PT AS. “Karena bagaimana kemungkinan besar saham 1 persen bisa saja menguasai 99 persen,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here