Jaga Komitmen Hijau, Ratusan Fasilitator Lingkungan Surabaya Barat Perkuat Sinergi Pengelolaan Sampah

INFOJAWATIMUR.COM-Acara yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut dihadiri oleh sedikitnya 100 penggiat lingkungan. Hadir secara langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis DLH) Kota Surabaya, bapak Muhamad Fikser, AP., MM., Kabid Kebersihan DLH Surabaya bapak Wasis, serta Koordinator Wilayah (Korwil) Surabaya Barat bapak Yabes. Pertemuan ini juga menjadi wadah konsolidasi bagi 7 Korwil se-Surabaya Barat untuk menyelaraskan program kerja di tingkat akar rumput.

Apresiasi dan Pesan Dedikasi dari Kepala Dinas

Dalam sambutannya, Kadis DLH Surabaya, bapak Muhamad Fikser, menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh fasilitator dan penggiat lingkungan yang tanpa lelah menjaga kebersihan kota.

“Kami sangat berterima kasih atas dedikasi seluruh penggiat lingkungan. Namun, perjuangan ini belum selesai. Saya meminta tolong agar gerakan ini konsisten, terus bergerak aktif, dan menularkan kepedulian lingkungan ini kepada masyarakat luas,” ujar Fikser.

Senada dengan hal tersebut, Korwil Surabaya Barat, bapak Yabes, memberikan pembekalan strategis mengenai esensi seorang kader lingkungan. Ia menekankan pentingnya prinsip 3M, yaitu Melihat, Menyimak, dan Melakukan. Menurut pak Yabes, seorang kader masa kini harus memiliki lima pilar karakter utama: Kreatif, Aktif, Dedikatif, Empati, dan Ramah (KADER).

Inovasi Pengolahan Sampah Organik: Dari Maggot hingga Eco-Enzyme

Pertemuan ini juga menjadi panggung unjuk inovasi bagi para kader lokal dalam memaparkan solusi nyata mengatasi sampah dari hulu (rumah tangga).

  • Budidaya Maggot & Eco-Enzyme (Faskel Simomulyo Baru): Perwakilan dari Faskel Simomulyo Baru, ibu Yaning, memukau peserta saat memaparkan keberhasilan pengelolaan sampah organik menggunakan metode budidaya maggot (larva lalat Black Soldier Fly). Tidak hanya sukses mengurai sampah, Yaning juga dipuji karena sistem pencatatan dan administrasi datanya yang sangat rapi. Selain maggot, ia juga mendemonstrasikan pembuatan Eco-Enzyme memanfaatkan sisa kulit buah-buahan yang diolah menjadi cairan pembersih dan sabun cuci piring ramah lingkungan.
  • Pupuk Organik Cair/Lindi (Korcam Benowo): Tidak mau kalah, Koordinator Kecamatan (Korcam) Benowo yang akrab disapa Mbah Suwarto, turut membagikan keberhasilannya dalam mengolah sampah organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC) atau air lindi. Inovasi ini terbukti efektif saat diaplikasikan pada urban farming di wilayahnya. Mbah Suwarto menunjukkan hasil panen tanaman mint, terong, cabai, hingga kangkung yang tumbuh jauh lebih subur berkat nutrisi dari pupuk cair tersebut.

Melalui ruang berbagi (sharing session) seperti ini, DLH Kota Surabaya berharap inovasi-inovasi berbasis komunitas di Surabaya Barat dapat terus direplikasi oleh wilayah lain, demi mewujudkan Surabaya yang tidak hanya bersih, tetapi juga berkelanjutan dan mandiri dalam pengelolaan sampah.

Need Help? Chat with us
Exit mobile version