Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM –
Malam akhir pekan di Kecamatan Gunung Anyar tak sekadar menjadi ajang berkumpulnya para pengurus Nahdlatul Ulama. Di balik agenda Turba (Turun ke Bawah) yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya, tersimpan ikhtiar memperkuat tali silaturahim, menyatukan langkah organisasi, sekaligus menghadirkan pelayanan nyata bagi masyarakat.
Program rutin PCNU Surabaya tersebut berlangsung pada Sabtu (4/7/2026) bertepatan dengan 19 Muharram 1448 H, mulai pukul 19.00 WIB di Kantor MWCNU Gunung Anyar, Jalan Gunung Anyar Tengah VI Nomor 31, Surabaya.
Turba bukan sekadar kunjungan organisasi dari tingkat cabang ke tingkat kecamatan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan pengurus cabang dengan pengurus MWCNU, lembaga, badan otonom (Banom), hingga pengurus ranting dan anak ranting. Melalui forum ini, setiap jenjang kepengurusan memiliki kesempatan untuk saling bertukar gagasan, menyampaikan aspirasi, serta menyelaraskan langkah dalam mengembangkan khidmat Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Surabaya, H. Masduqi Toha, menegaskan bahwa Turba merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi dan soliditas organisasi di semua tingkatan kepengurusan.
“Turba kali ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergitas, konsolidasi, dan koordinasi antara PCNU dengan MWCNU, lembaga-lembaga, badan otonom, hingga ranting. Melalui forum ini kita menyamakan visi dan misi, sehingga seluruh unsur Nahdlatul Ulama di Kota Surabaya dapat berjalan dalam satu arah, saling menguatkan, dan bersama-sama meningkatkan khidmah kepada jam’iyah maupun masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Rais Syuriyah MWCNU Gunung Anyar, Kyai Imam Subakat, menegaskan bahwa Turba memiliki makna strategis bagi keberlangsungan organisasi.
“Turba menjadi ruang konsolidasi untuk menyamakan arah gerak organisasi, memperkuat sinergi antar pengurus, sekaligus mendengarkan secara langsung aspirasi dari ranting dan badan otonom,” ujarnya.
Menurutnya, kekuatan Nahdlatul Ulama tidak hanya dibangun melalui program-program besar, tetapi juga melalui budaya silaturahim yang terus dirawat. Dari komunikasi yang hangat itulah lahir kebersamaan, kepercayaan, dan semangat gotong royong dalam menjalankan amanah jam’iyah.
Yang membuat Turba kali ini semakin istimewa adalah sentuhan pelayanan sosial yang menyertai agenda konsolidasi. Panitia bekerja sama dengan tenaga kesehatan untuk menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga Nahdliyin dan masyarakat sekitar. Kehadiran layanan tersebut menjadi wujud kepedulian NU terhadap kesehatan masyarakat sebagai bagian dari pengabdian organisasi.
Selain layanan kesehatan, panitia juga menyediakan layanan ruqyah secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi ikhtiar spiritual bagi warga yang memerlukannya.
Melalui Turba, PCNU Surabaya ingin menegaskan bahwa organisasi bukan hanya hadir untuk memperkuat struktur dan administrasi, melainkan juga untuk mendekatkan diri kepada umat. Konsolidasi organisasi dan pelayanan kepada masyarakat berjalan beriringan, sehingga nilai-nilai khidmah, ukhuwah, dan kemaslahatan benar-benar dapat dirasakan hingga ke tingkat ranting dan warga.
