INFOJAWATIMUR.COM – Pemerintah Republik Indonesia terus melakukan langkah progresif untuk mengoptimalkan penyerapan produk lokal berkualitas ekspor, khususnya guna memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji dan umrah di Tanah Suci. Langkah strategis ini ditandai dengan peninjauan langsung ke fasilitas pengolahan ikan PT Buton Indo Tuna yang berlokasi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.
Kunjungan kerja yang dilakukan oleh otoritas terkait urusan haji (Menhaj/Kemenag) ini bertujuan untuk menjajaki kelayakan, kapasitas produksi, serta kualitas standar ikan tuna yang diproyeksikan untuk menembus pasar Arab Saudi.
Pastikan Standar Mutu dan Kapasitas Ekspor
Dalam tinjauan tersebut, rombongan pemerintah menginspeksi secara menyeluruh rantai pasok dan proses pengolahan di pabrik PT Buton Indo Tuna. Mulai dari penerimaan bahan baku dari nelayan lokal, proses cold storage (pendinginan), hingga pengemasan akhir dipastikan harus memenuhi standar keamanan pangan internasional dan sertifikasi halal yang ketat dari otoritas Arab Saudi.
Perairan Baubau dan Kepulauan Buton memang telah lama dikenal sebagai salah satu lumbung ikan pelagis besar di kawasan timur Indonesia. Ikan tuna yang dihasilkan dari perairan ini memiliki reputasi kualitas grade ekspor yang sangat menjanjikan untuk pasar global.
Efek Ganda bagi Perekonomian Daerah
Rencana pembukaan keran ekspor tuna langsung dari Baubau ke Arab Saudi ini tidak hanya menguntungkan penyelenggaraan katering haji yang lebih efisien dan bercita rasa Nusantara, tetapi juga diharapkan membawa efek ganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal.
Jika kesepakatan ekspor ini terwujud, serapan tangkapan nelayan lokal akan meningkat secara signifikan. Hal ini diyakini mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir di Sulawesi Tenggara, sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemasok utama kebutuhan pangan jemaah hajinya sendiri di Arab Saudi.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku industri perikanan seperti PT Buton Indo Tuna, komoditas bahari Indonesia diharapkan semakin berdaya saing tinggi dan mampu merajai pasar ekspor Timur Tengah di masa mendatang.
