Bisnis  

Jamkrindo Perluas Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Garut lewat Bank Sampah dan Hilirisasi Kopi

Program memasuki tahun kelima dengan pengembangan smart farming, kebun kopi, dan kedai kopi untuk menambah nilai produk lokal.

Sertifikatin 1

PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo terus mengembangkan program pemberdayaan masyarakat di Garut, Jawa Barat, dengan menghubungkan pengelolaan lingkungan, pertanian, teknologi, dan kegiatan ekonomi produktif.

Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari mengatakan program tersebut dirancang untuk mendorong masyarakat mengolah potensi lokal menjadi kegiatan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan. Menurut dia, pelaksanaan program di Garut memperlihatkan bahwa potensi lokal dapat dikembangkan melalui pendampingan, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dari hulu hingga hilir.

“Potensi lokal, pendampingan, teknologi, dan kolaborasi dapat diintegrasikan menjadi rantai ekonomi yang berkelanjutan,” kata Abdul Bari dalam keterangan yang diterima pada Jumat.

Program pemberdayaan itu kini memasuki tahun kelima. Dalam pelaksanaannya, Jamkrindo tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menjalankan pengembangan program bersama Salarea Foundation dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bunga Wana Lestari.

Bank sampah berkembang menjadi pendukung pertanian

Salah satu perkembangan program terlihat pada Bank Sampah. Dari semula hanya beroperasi di satu lokasi dan berfokus pada sampah plastik, fasilitas tersebut kini telah berkembang menjadi dua lokasi.

Pengelolaan juga diperluas dengan memanfaatkan sampah organik rumah tangga sebagai media tanam organik. Hasil pengolahan itu digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian warga sekaligus memiliki peluang menciptakan nilai ekonomi.

Pengembangan tersebut menunjukkan upaya menghubungkan pengelolaan sampah dengan kebutuhan produksi pangan masyarakat. Dengan cara itu, sampah tidak hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan produktif.

Kebun gizi memanfaatkan teknologi IoT

Di bidang pertanian, Kebun Gizi telah menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) melalui kolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata UIN Sunan Gunung Jati Bandung.

Penerapan smart farming memungkinkan proses penyiraman dan pemupukan dilakukan secara otomatis. Selain mendukung pengelolaan kebun, fasilitas tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.

Pemakaian teknologi dalam Kebun Gizi menjadi bagian dari pendekatan Jamkrindo untuk memperkuat produktivitas pertanian melalui integrasi antara pemberdayaan warga dan inovasi. Materi sumber tidak merinci jenis komoditas maupun hasil produksi kebun tersebut.

Kebun kopi disiapkan menuju hilirisasi

Selain bank sampah dan pertanian, Jamkrindo mengembangkan Kebun Kopi di lahan Perhutani dengan luas lebih dari 100 hektare. Perkembangan kebun itu disebut terus menunjukkan hasil positif.

Untuk meningkatkan manfaat ekonomi, Jamkrindo mendorong penguatan hilirisasi melalui pengembangan Kedai Kopi. Kedai tersebut sedang dipersiapkan untuk menyambut panen perdana.

Melalui skema itu, kopi tidak berhenti dijual sebagai bahan mentah. Produk tersebut direncanakan untuk diolah, disangrai, dan disajikan di kedai sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat.

Abdul Bari menilai hilirisasi penting agar manfaat ekonomi dari potensi lokal dapat dirasakan lebih besar oleh warga. Kedai Kopi juga diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan produk masyarakat dengan pasar sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.

Jamkrindo menargetkan pendekatan yang menggabungkan lingkungan, pertanian, teknologi, dan hilirisasi itu terus berkembang. Program pemberdayaan di Garut diharapkan dapat menjadi contoh kemandirian ekonomi desa di tingkat nasional.

Sumber: ANTARA News – Bisnis

Home Trending Kontak