Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan pompa air untuk membantu mengatasi kekeringan yang melanda lahan persawahan di Desa Muara Limun, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan air bagi tanaman padi yang terancam kekurangan air dan gagal panen.
Penanganan ini dijalankan melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI Jambi. Petugas memanfaatkan air Sungai Batang Asai yang berada sekitar 250 meter dari area persawahan. Air sungai dipompa dan dialirkan menuju lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan tanaman.
Pompa menjangkau 5,10 hektare sawah
BWS Sumatera VI Jambi mengoperasikan satu unit mesin pompa air irigasi. Peralatan itu dilengkapi satu set selang hisap dan satu set selang buang. Layanan pemompaan tersebut mencakup sekitar 5,10 hektare lahan persawahan dan memberi manfaat langsung kepada sekitar 15 petani yang tergabung dalam kelompok tani di Desa Muara Limun.
Berdasarkan inspeksi lapangan, debit dan ketersediaan air Sungai Batang Asai masih dinilai mencukupi untuk digunakan sebagai sumber irigasi melalui sistem pemompaan. Kondisi itu memungkinkan pemerintah melakukan penanganan cepat agar pasokan air di lahan pertanian tetap terjaga.
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan ketersediaan air merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan, khususnya sektor pertanian yang bergantung pada kepastian pasokan air. Menurut dia, layanan air yang berkualitas berperan penting bagi pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama di wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air serta dampak perubahan iklim.
Operasional pompa diatur sesuai kebutuhan
Pelaksana Tugas Kepala BWS Sumatera VI Jambi Ferdinanto mengatakan pemompaan dari Sungai Batang Asai merupakan upaya pemerintah untuk melindungi lahan pertanian dan mempertahankan produktivitas petani selama kekeringan. Air yang dialirkan diharapkan dapat menjaga pertumbuhan tanaman padi sekaligus menekan risiko gagal panen.
Selama pemompaan dan penyaluran berlangsung, BWS Sumatera VI Jambi tidak menemukan kendala yang signifikan. Namun, pengaturan jadwal operasional tetap diperlukan agar pemanfaatan air berjalan optimal dan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman serta petani.
Pengaturan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan layanan. Dengan jadwal yang sesuai, pompa dapat digunakan secara efektif untuk mempertahankan ketersediaan air di lahan yang terdampak kekeringan.
Disiapkan sumber air alternatif
Selain penanganan darurat, BWS Sumatera VI Jambi menyiapkan langkah jangka menengah dan panjang untuk memperkuat ketahanan air di kawasan pertanian tersebut. Salah satu rencana yang diusulkan adalah pembangunan sumur bor sebagai sumber air alternatif yang juga akan dilengkapi sistem perpompaan.
Rencana itu dinilai penting karena persawahan di Desa Muara Limun masih sangat bergantung pada air hujan. Koordinasi selanjutnya akan dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sarolangun agar penanganan kekeringan tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat berlangsung secara lebih berkelanjutan.
Kementerian PU menyebut pemenuhan air bagi lahan pertanian sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional. Melalui pemompaan darurat dan rencana pengembangan sumber air alternatif, pemerintah berupaya memastikan petani tetap dapat berproduksi serta mencegah persawahan mengalami gagal panen akibat kekurangan air.
Sumber: ANTARA News – Bisnis
