Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM –
Air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak bagi warga Palestina di Jalur Gaza. Konflik yang terus berlangsung telah memicu krisis kemanusiaan berkepanjangan, termasuk terbatasnya akses masyarakat terhadap air layak konsumsi.
Kerusakan infrastruktur, keterbatasan pasokan bahan bakar, serta tingginya jumlah pengungsi membuat jutaan warga harus berjuang memenuhi kebutuhan air bersih setiap hari.
Berdasarkan laporan UNICEF hingga Juli 2026, lebih dari 1,9 juta penduduk Gaza masih berada dalam pengungsian. Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut juga menyebutkan bahwa warga menghadapi risiko kesehatan akibat terbatasnya layanan air bersih, sanitasi, dan kesehatan.
Di tengah kondisi tersebut, Lembaga Amil Zakat dan Wakaf Nasional Yayasan Dana Sosial al Falah (YDSF) terus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina. Selama tiga hari, yakni pada 28–30 Juli 2026, YDSF mendistribusikan sebanyak 62 ribu liter air bersih kepada para pengungsi di sepanjang Jalur Gaza. Bantuan tersebut diperkirakan telah memberikan manfaat bagi sekitar 8.260 warga Palestina.
Penyaluran bantuan ini menjadi langkah penting mengingat krisis air bersih masih menjadi persoalan serius di Gaza. UNICEF melaporkan sekitar 82 persen keluarga masih mengalami ketidakamanan akses terhadap air, sementara hingga 70 persen penduduk belum mampu memperoleh kebutuhan air minimum. Selain itu, sekitar 90 persen infrastruktur air dan sanitasi mengalami kerusakan akibat konflik yang berkepanjangan.
Tim Kemanusiaan YDSF yang bertugas mendistribusikan bantuan di Gaza menyampaikan bahwa krisis kemanusiaan masih menjadi tantangan utama yang dihadapi masyarakat setempat.
“Setelah lebih dari 1.000 hari penderitaan dan peperangan yang dialami masyarakat di Jalur Gaza, mereka masih menghadapi berbagai kesulitan, termasuk keterbatasan akses terhadap obat-obatan, makanan, dan air bersih,” ungkap tim tersebut.
Distribusi air bersih ini merupakan bagian dari komitmen YDSF untuk menghadirkan bantuan yang paling dibutuhkan masyarakat Palestina. Di tengah keterbatasan yang masih berlangsung, setiap liter air yang tersalurkan menjadi penopang kebutuhan dasar sekaligus harapan bagi ribuan warga.
Pada Jumat (31/7/2026), Direktur Utama YDSF, Jauhari Sani, menegaskan bahwa lembaganya akan terus berkomitmen membersamai masyarakat Palestina melalui berbagai program kemanusiaan.
“Bantuan yang dikirimkan kali ini adalah yang kesekian kalinya. YDSF memegang komitmen untuk terus membersamai saudara kita di Palestina. Untuk itu, kami selalu berikhtiar mengajak Sahabat Donatur untuk bersama-sama mendoakan, membantu sebisanya, dan memberikan dukungan terbaik,” ujar Jauhari Sani.
Selain menyalurkan bantuan di Gaza, Tim Kemanusiaan YDSF juga merespons bencana kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia sebagai bagian dari komitmen lembaga dalam memberikan layanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.


















