Bisnis  

Kunjungan Prabowo ke Rusia Dinilai Buka Pasar Ekspor Industri Hijau Indonesia

Forum Ekonomi Timur juga dinilai berpeluang menarik investasi energi terbarukan dan memperluas perdagangan Indonesia-Rusia

Sertifikatin 1

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Eastern Economic Forum (EEF) di Rusia dinilai dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor produk industri hijau dan energi terbarukan.

Penilaian tersebut disampaikan ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal saat dihubungi di Jakarta, Jumat. Menurut dia, Indonesia mulai mengembangkan sejumlah produk berorientasi ekspor yang berpotensi menjadi komoditas andalan pada masa mendatang.

Produk yang disebut antara lain kendaraan listrik, baterai listrik, serta energi baru terbarukan, termasuk solar photovoltaic (PV). Produk-produk tersebut, kata Faisal, membutuhkan peluang pasar baru agar pengembangannya dapat terus diperluas.

EEF membuka akses ke pasar Asia

Faisal menilai EEF dapat menjadi sarana untuk mempertemukan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Asia. Forum itu diikuti atau mempertemukan sejumlah negara, di antaranya Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan Laos.

Pertemuan tersebut dinilai dapat membantu Indonesia mencari pasar ekspor baru bagi produk industri hijau yang tengah dikembangkan. Namun, materi sumber tidak merinci bentuk transaksi atau kesepakatan ekspor yang telah dicapai dalam forum tersebut.

Selain peluang ekspor, kunjungan Prabowo ke Rusia juga dipandang memiliki potensi untuk memperluas investasi di sektor energi terbarukan. Faisal mengatakan kerja sama investasi perlu diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang.

Investasi energi terbarukan jadi perhatian

Menurut Faisal, penguatan ketahanan energi tidak cukup hanya mengandalkan pengembangan energi fosil, seperti minyak dan gas. Indonesia juga membutuhkan investasi serta pemain baru yang dapat menggerakkan potensi energi baru terbarukan di dalam negeri.

Ia turut menyebut kemungkinan pengembangan energi nuklir sebagai salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan. Pernyataan itu disampaikan dalam konteks kebutuhan Indonesia untuk menarik investasi ke sektor energi baru terbarukan dan memperkuat kapasitas energi nasional.

Kunjungan Prabowo ke Rusia dilakukan sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan ekonomi antara kedua negara. Dalam rangkaian EEF, Presiden mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menggandakan nilai perdagangan melalui implementasi perjanjian perdagangan bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (I-EAEU).

Target perdagangan Indonesia-Rusia

I-EAEU merupakan perjanjian yang melibatkan Indonesia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union, yakni Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, serta Rusia. Implementasi perjanjian tersebut dijadwalkan mulai pada 2027.

Prabowo menyebut nilai perdagangan Indonesia dan Rusia telah mencapai sekitar 5 miliar dolar AS pada 2025. Melalui pelaksanaan perjanjian perdagangan bebas itu, Indonesia menargetkan peningkatan nilai perdagangan kedua negara.

Dengan demikian, kunjungan ke Rusia membawa dua peluang ekonomi yang disoroti dalam sumber ini, yaitu pembukaan pasar ekspor bagi produk industri hijau serta peningkatan investasi energi terbarukan. Di sisi perdagangan bilateral, implementasi I-EAEU mulai 2027 diharapkan mendukung target penggandaan nilai perdagangan Indonesia-Rusia.

Sumber: ANTARA News – Bisnis

Home Trending Kontak