Menteri Bahlil: Jika Ada Partai Penguasa Tiba-tiba Tak Mau Berkuasa, Wajar Dapat Fitnah

0
31
Menteri Bahlil: Jika Ada Partai Penguasa Tiba-tiba Tak Mau Berkuasa, Wajar Dapat Fitnah
INFOJAWATIMUR.com – Menteri Pengembangan Usaha Bahlil Lahadalia menyinggung perihal peserta didik aktivis yang mana dapat menjadi pribadi pejabat jahat ketika mempunyai jabatan penting.

Hal ini ia ungkapkan ketika mengeksplorasi santai ketika berbincang bersatu para mahasiswa, ketika mengajukan pernyataan mengenai kemungkinan mereka menjadi lebih besar jahat daripada dirinya sendiri apabila kelak menduduki jabatan.

Komentar jenaka ini diutarakan Bahlil ketika berbicara dalam hadapan peserta didik dari berbagai perguruan tinggi pada acara Simposium Demokrasi lalu Deklarasi pemilihan Damai di tempat Perpustakaan Nasional, Jakarta, pada Hari Sabtu (23/12/2023).

“Saya ingin menyampaikan untuk kalian, jangan berani-berani menyatakan bahwa kita-kita ini oligarki, tunggu cuma nanti. Begitu kalian menjadi pejabat, menjadi orang kaya, mungkin saja tingkah laku kalian akan lebih besar buruk daripada saya,” ungkap Bahlil pada waktu siang hari.

Bahlil membagikan pengalaman pribadinya sebelum menjadi menteri kemudian pengusaha. Dia mencatat bahwa sebagai individu aktivis, ia dulunya merasa kesal mengawasi mobil-mobil mewah, bahkan sampai terpikir untuk melempari kendaraan tersebut.

Namun, pandangan Bahlil berubah ketika ia memiliki keuangan yang dimaksud memadai, memungkinkannya membeli mobil mewah dan juga mendapat pengawalan sebagai seseorang menteri.

“Sebelumnya kita bisa jadi makan bakso saja, sekarang dapat makan di dalam restoran bintang lima, ini juga bagus. Dulu kita tidak ada menyukai pengawalan, tapi setelahnya menjadi menteri serta miliki pengawalan, ini barang keren juga,” cerita Bahlil.

Bahlil juga menyarankan pelajar bahwa kepemilikan barang-barang mewah sekadar sudah ada cukup memproduksi orang lain merasa cemburu, apalagi apabila mendapatkan jabatan.

“Memang barang-barang bagus ini dapat memproduksi semua orang iri. Oleh akibat itu, orang yang tersebut mempunyai jabatan, apabila ada partai yang digunakan masih ingin berkuasa tapi tanpa peringatan tak ingin berkuasa, mendapat berbagai fitnah, itu wajar sekadar terjadi,” tambah Bahlil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here