Pilihan objek wisata Qatar, dari Sejarah hingga Seni Kontemporer 

0
15
Pilihan objek wisata Qatar, dari sejarah hingga seni kontemporer 

INFOJAWATIMUR.com  – Qatar merupakan negara dengan sejarah peradaban yang mana yang dimaksud panjang. Perjuangan bangsa Arab di tempat tempat Qatar hingga akhirnya mampu menjadi kota yang digunakan yang dimaksud sangat progresif dengan arsitektur kota lalu teknologi yang mana yang dimaksud mumpuni, menjadikan Qatar sebagai negara dengan tujuan wisata yang digunakan dimaksud patut diperhitungkan.

Berikut rekomendasi objek wisata yang tersebut digunakan mampu jadi dikunjungi di area tempat Qatar, mulai dari belajar sejarah hingga meninjau karya seni kontemporer.

1. Museum Nasional Qatar

Museum Nasional Qatar (ANTARA/Fitra Ashari)
Di gedung dengan panjang ruang pameran hampir 1,5 kilometer, pengunjung akan dibuat takjub dengan cerita dan juga pengalaman memahami perjuangan bangsa Arab pada Qatar. Pameran ini juga menerapkan konsep interaktif dengan teknologi digital yang mana mana dapat memudahkan warga memahami penjelasan pada area setiap sesi.
Ruang pameran terdiri dari beberapa bagian, seperti geografis Qatar, biota laut, mengenal mata pencarian masyarakat Qatar, hingga mulai masuknya teknologi juga modernisasi.
Museum of Islamic Art Qatar (ANTARA/Fitra Ashari)

2. Museum of Islamic Art Qatar

Sebagai negara Timur Tengah, Qatar juga menjadi pusat peradaban Islam.

Di museum ini pengunjung mampu mengawasi berbagai manuskrip Al Quran yang yang dimaksud ditemukan di tempat tempat negara-negara Muslim, termasuk Indonesia, cerita perkembangan masuknya Islam pada berbagai negara, seperti Asia Tenggara, India, Turki juga negara lain, dan juga juga temuan koleksi benda berharga yang tersebut menjadi bukti perjalanan perdagangan lalu penyebaran Islam di berbagai wilayah.

Ruang pameran Museum of Islamic Art, Qatar (ANTARA/Fitra Ashari)
Bangunan museum yang mana mana diresmikan tahun 2008 ini, mempunyai desain yang yang disebutkan cukup unik, yaitu ada lingkaran besar yang dimaksud mana menjadi hiasan pada lobi utama museum. Arsitek I.M Pei mendesain museum ini terinspirasi dari sebuah masjid di tempat tempat Kairo, Mesir. Bangunan ini erdiri melawan lima lantai kemudian mempunyai dua lantai sebagai ruang utama pameran.
Museum ini didirikan di tempat pada pulau buatan di dalam area Doha, yang yang dimaksud dikelilingi oleh pantai menjadikan museum ini tempat yang dimaksud dimaksud sangat cantik dengan pemandangan indah.
Jam operasional Museum of Islamic Art Qatar adalah Sabtu-Kamis pukul 9 pagi hingga 7 malam, kemudian hari terakhir pekan mulai di menerbitkan pukul 13:30-19:00 pasca Dhalat hari terakhir pekan waktu setempat.

3. Galeri M7

Galeri M7 merupakan tempat pada mana penduduk atau pelajar dalam tempat Qatar belajar menjadi desainer. Di tempat ini terdapat kelas pelatihan yang dimaksud bisa saja sekadar disertai setiap penduduk di tempat tempat Qatar.

Selain pusat kegiatan kreativitas, pada galeri ini pengunjung juga dapat meninjau pameran tambahan dari 50 desain furnitur asli dari perancang ternama dari berbagai negara selama 200 tahun.
Diambil dari koleksi Vitra Design, museum yang digunakan terkenal, pameran ini akan menampilkan pilihan furnitur modern yang digunakan lengkap, termasuk karya orisinal desainer ternama, seperti Alvar Aalto, Le Corbusier, Charles juga Ray Eames, Charlotte Perriand, juga juga Virgil Abloh.
Pameran ini disertai dengan ensiklopedia Atlas Desain Furnitur, buku terlengkap tentang desain furnitur yang tersebut digunakan pernah diterbitkan. Pameran ini berlangsung hingga 9 Desember 2023.​​
Qatar National Library pada Doha (ANTARA/Fitra Ashari)

4. Qatar National Library

​​​​​​​Qatar juga memiliki sebuah perpustakaan nasional besar yang mana menyimpan bermacam jenis buku juga diklaim terlengkap di dalam area negaranya. Berlokasi di area pada pusat sekolah Qatar, perpustakaan ini menghadirkan suasana yang mana yang disebutkan nyaman juga teknologi digitalisasi yang digunakan digunakan memudahkan pengunjung meminjam atau mencari buku.

Di pada lokasi ini juga sedang berlangsung pameran “Letters of Faith: The Arabic Script in Indonesia” sebagai bagian dari rangkaian acara Qatar-Indonesia Year of Culture 2023.

Pameran “Letters of Faith: The Arabic Script in Indonesia” di tempat pada Qatar National Library pada Doha (ANTARA/Fitra Ashari)
Pameran ini memperlihatkan koleksi Perpustakaan Nasional Qatar juga koleksi lembaga budaya lokal kemudian bergengsi Indonesia.
Islam tiba melalui laut dan juga pertama kali dianut oleh penduduk jalur perdagangan pada akhir abad ke-13. Interaksi antara Islam juga juga bahasa Arab dengan budaya lokal sudah pernah terjadi menciptakan warisan Islam yang mana digunakan kaya dengan tulisan Arab sebagai simbol penting keimanan.
Pengunjung juga akan menemukan warisan manuskrip Al-Quran dengan pengaplikasian aksara Arab pada berbagai media, seperti batik. Pameran ini diselenggarakan sampai 4 April 2024.
Pusat pelatihan seni kreatif pada Fire Station, Qatar (ANTARA/Fitra Ashari)
5. Fire station
​​​​​​​
Serupa dengan galeri M7, Fire Station juga merupakan pusat kreatif (creative hub) yang dimaksud dimaksud menghimpun para seniman muda untuk menciptakan sebuah karya.
Tempat ini dulunya merupakan pemadam kebakaran dalam di Doha, namun telah dilakukan beralih fungsi sejak tahun 2014 yang mana memberikan pelatihan seni bagi penduduk kemudian mencakup studio dan juga ruang kerja yang digunakan dimaksud luas, toko kayu, lalu laboratorium fabrikasi. Terdapat juga Bioskop Stasiun Pemadam Kebakaran, Kafe 999, Cass Art (toko perlengkapan seni), kemudian ruang galeri pameran seni lokal juga internasional.
Di tempat ini juga sedang berlangsung pameran dari 31 seniman lokal yang digunakan mana mengikuti kegiatan Artist in Residence di area di Fire Station pada tahun 2021-2023. Menampilkan berbagai konsep yang dimaksud digunakan saling terkait, para seniman merefleksikan pengalaman pribadi kemudian sosial melalui berbagai media, seperti lukisan, patung, video, suara, kemudian instalasi.
Pameran ini dipresentasikan di dalam area tiga galeri utama, dengan karya-karya yang tersebut dimaksud dikelompokkan berdasarkan tema dan juga media.
Dalam rangka merayakan Qatar-Indonesia Year of Culture 2023, bekerja mirip dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, kemudian Teknologi Indonesia, Fire Station juga membuka pameran “Through the Lens of Tradition” pada tempat Camera 6 Gallery pada area Menteng, Jakarta.
Pameran yang mana dimaksud memukau ini menampilkan karya empat fotografer berbakat Achmad Kafin Noeman juga Gevi Noviyanti dari Indonesia juga juga Reem Albader dari Qatar memulai perjalanan yang mana yang disebutkan penuh rasa ingin tahu dan juga reflektif untuk mendokumentasikan warisan budaya satu sejenis lain
Potret merek menawarkan eksplorasi visual dari tradisi yang dimaksud mana memudar yang mana tak terpisahkan dari sejarah lalu warisan kedua negara. Pameran ini dibuka dari tanggal 1-20 Desember 2023, juga gratis untuk umum.
Doha Port dengan pemandangan laut yang digunakan digunakan indah (ANTARA/Fitra Ashari)

6. Doha Port

Jika telah ada puas menjelajahi museum pada Qatar, anda bisa jadi hanya melepas lelah dengan pemandangan lautan luas pada Doha Port.

Di dalam di lokasi ini Anda akan mendapati pemandangan yang menakjubkan, dengan arsitektur bangunan pertokoan yang digunakan digunakan sangat berwarna juga menarik perhatian.

Banyak terdapat restoran yang mana dimaksud menghadap ke laut memproduksi suasana semakin nyaman dengan tiupan angin laut yang mana digunakan sejuk.

Doha Port dengan pemandangan laut yang dimaksud indah (ANTARA/Fitra Ashari)

Dulunya tempat ini adalah dermaga bagi kapal-kapal nelayan untuk singgah juga mengedarkan ikan-ikan hasil tangkapan mereka. Namun sekarang ini telah terjadi diperbarui dan juga digunakan untuk toko-toko juga restoran.

 

Sumber : Antara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here