Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan realisasi anggaran Kementerian Perhubungan pada 2025 mencapai Rp28,68 triliun. Jumlah tersebut setara 88,88 persen dari pagu efektif yang ditetapkan sebesar Rp32,27 triliun.
Dudy menyampaikan laporan itu dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis. Ia mengatakan capaian realisasi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi kementeriannya untuk memperbaiki kualitas perencanaan dan pelaksanaan anggaran.
Rincian berdasarkan jenis belanja
Jika dilihat dari jenis belanja, penyerapan terbesar berasal dari belanja barang yang mencapai Rp15,99 triliun dari pagu Rp16,82 triliun. Tingkat realisasinya tercatat 95,08 persen.
Belanja pegawai terealisasi Rp5,55 triliun dari pagu Rp5,64 triliun atau 98,48 persen. Adapun belanja modal mencapai Rp7,14 triliun dari alokasi Rp9,81 triliun, dengan tingkat penyerapan 72,75 persen.
Data tersebut menunjukkan belanja modal memiliki persentase realisasi paling rendah dibandingkan dua jenis belanja lainnya. Namun, sumber materi tidak memuat penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab perbedaan tingkat penyerapan tersebut.
Sumber dana realisasi anggaran
Berdasarkan sumber pendanaan, realisasi dari rupiah murni tercatat Rp17,36 triliun dari pagu Rp17,89 triliun atau 97,03 persen. Dana yang bersumber dari Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) terealisasi Rp2,18 triliun dari Rp3,13 triliun, setara 69,59 persen.
Sementara itu, realisasi anggaran yang berasal dari Badan Layanan Umum mencapai Rp2,45 triliun dari pagu Rp2,50 triliun atau 98,18 persen. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang digunakan sebagai sumber dana tercatat Rp4,74 triliun dari Rp4,80 triliun atau 98,94 persen.
Untuk surat berharga syariah negara atau SBSN, realisasinya mencapai Rp1,92 triliun dari pagu Rp3,19 triliun. Dalam materi sumber, persentase yang dicantumkan untuk komponen ini adalah 49,01 persen.
Penyerapan berdasarkan program
Dari sisi program, penyerapan anggaran untuk dukungan manajemen mencapai 97,92 persen. Program pendidikan dan pelatihan vokasi mencatat realisasi 97,71 persen, sedangkan program infrastruktur konektivitas terealisasi 83,35 persen.
Dudy menyatakan capaian realisasi anggaran tersebut akan digunakan untuk meningkatkan efektivitas belanja negara dan mengoptimalkan manfaatnya bagi masyarakat. Ia menekankan evaluasi diperlukan agar perencanaan serta pelaksanaan anggaran pada periode berikutnya dapat berjalan lebih baik.
Selain melaporkan belanja, Dudy menyampaikan realisasi PNBP Kemenhub pada 2025 mencapai Rp14,07 triliun. Nilai itu setara 125,25 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp11,23 triliun.
Menurut Dudy, penerimaan Kemenhub menunjukkan tren peningkatan dalam lima tahun terakhir. Ia juga menyebut PNBP kementerian tersebut selalu melampaui target dalam empat tahun terakhir sejak 2022. Materi sumber tidak merinci nilai PNBP untuk setiap tahun dalam periode tersebut.
Dengan demikian, capaian Kemenhub pada 2025 mencakup realisasi belanja sebesar Rp28,68 triliun serta penerimaan negara bukan pajak yang melampaui target tahunan. Kedua indikator itu disampaikan sebagai bagian dari evaluasi pengelolaan anggaran Kementerian Perhubungan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI.
Sumber: ANTARA News – Terkini
