Surabaya Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis Lewat Sertifikasi dan Tim Pemeriksa

Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM – Pemerintah Kota Surabaya semakin serius dalam menjaga kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan bagi para pelajar. Untuk memastikan keamanan konsumsi, setiap makanan kini wajib melewati pemeriksaan dari Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sebelum didistribusikan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa langkah ini menjadi filter awal agar makanan yang diterima anak-anak benar-benar layak santap. “Tim kecil dari UKS akan mengecek aroma dan kondisi makanan. Kalau ditemukan tanda-tanda basi, jelas tidak boleh dibagikan,” ujarnya pada Selasa (30/9/2025).

Selain melibatkan UKS, Pemkot juga mengatur ketat dapur produksi melalui kewajiban memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikat tersebut menjadi syarat mutlak bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar bisa beroperasi. Dari total 14 SPPG yang ada, 13 sudah berjalan dan satu lainnya masih menunggu sertifikat. “Kita targetkan maksimal dua minggu penerbitan SLHS bisa selesai,” tambahnya.

Karena SPPG di Surabaya dikategorikan tipe B, proses sertifikasi harus diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur. Untuk mempercepat proses, Dinas Pendidikan Surabaya diminta langsung berkoordinasi dengan pemerintah provinsi.

Pengawasan program MBG tak hanya berhenti di situ. Pemkot Surabaya menggandeng berbagai pihak, mulai dari Badan Gizi Nasional, Kodim 0830/Surabaya Utara, hingga kepolisian, untuk menyusun SOP distribusi makanan. Kerja sama lintas sektor ini diharapkan mampu menutup celah potensi masalah, baik dari sisi kualitas makanan maupun keamanan distribusi.

Di sisi lain, Wali Kota Eri juga menekankan agar pengelolaan limbah makanan dari SPPG tidak luput dari perhatian. Menurutnya, dapur produksi yang umumnya berada di kawasan pemukiman wajib memiliki sistem pengolahan limbah, sehingga tidak merusak lingkungan.

“Keamanan makanan memang penting, tapi keberlanjutan lingkungan juga harus dijaga. Limbah tidak boleh dibuang sembarangan ke saluran air,” tegasnya.

Melalui berbagai langkah ini, Pemkot Surabaya ingin memastikan program MBG bukan hanya sekadar memenuhi gizi anak-anak, tapi juga menjaga standar higienis, melibatkan banyak pihak, serta ramah lingkungan.)***RED.

Need Help? Chat with us