Berita  

Voice AI Menguat di IFA 2026, Indonesia Dinilai Jadi Pasar Potensial ASEAN

Teknologi Voiceprint, Voice Cloning, dan Model Context Protocol diperkenalkan untuk memperluas fungsi perangkat pintar.

Jakarta – Perkembangan Voice AI menjadi salah satu sorotan dalam pameran elektronik IFA 2026 di Berlin, Jerman. Teknologi tersebut dinilai semakin terhubung dengan berbagai perangkat dan berpeluang berkembang lebih jauh di kawasan Asia Tenggara, terutama Indonesia.

Lawrence Wu, Head of Physical AI di Agora, perusahaan penyedia teknologi komunikasi, menyebut Indonesia sebagai salah satu pasar dengan prospek pertumbuhan paling kuat di ASEAN. Penilaian itu didasarkan pada meningkatnya potensi pasar perangkat pintar di Tanah Air.

“Pasar perangkat pintar di Indonesia menunjukkan salah satu potensi pertumbuhan yang paling menjanjikan di Asia Tenggara,” kata Lawrence dalam keterangan tertulis pada Senin.

Tiga kemampuan baru untuk conversational AI

Dalam ajang tersebut, Agora Inc memperkenalkan tiga kemampuan baru pada platform conversational AI, yakni Voiceprint, Voice Cloning, dan dukungan Model Context Protocol (MCP).

Voiceprint memungkinkan perangkat mengenali pengguna berdasarkan karakter suara. Fitur ini dapat membedakan suara orang tua dan anak dalam satu rumah, sehingga respons ataupun akses perangkat bisa disesuaikan dengan masing-masing pengguna.

Kemampuan tersebut menjawab keterbatasan sebagian perangkat pintar di rumah tangga Indonesia yang selama ini hanya merespons kata atau perintah tertentu tanpa mengetahui identitas orang yang berbicara.

Adapun Voice Cloning memungkinkan pengembang menciptakan suara dengan karakter tertentu atau mereplikasi suara untuk digunakan oleh agen AI. Dengan teknologi itu, robot pendamping dan asisten virtual dapat memiliki identitas suara yang lebih khas dibandingkan suara generik yang serupa pada banyak perangkat.

Sementara itu, MCP dirancang untuk menghubungkan agen AI dengan perangkat, layanan, serta sumber data eksternal secara real-time. Pengguna, misalnya, dapat meminta asisten di dalam mobil mencari rute tercepat sekaligus menghindari kemacetan. Asisten kemudian dapat mengakses layanan navigasi maupun hiburan tanpa pengguna harus berpindah aplikasi.

Pertumbuhan pasar perangkat pintar Indonesia

Menurut materi yang disampaikan Agora, Indonesia, Vietnam, dan Filipina mencatat pertumbuhan dua digit dalam penggunaan asisten suara berbasis Android yang semakin terjangkau.

Pasar smart home Indonesia juga diproyeksikan meningkat dari 1,81 miliar dolar AS pada 2024 menjadi 8,12 miliar dolar AS pada 2030. Pertumbuhan itu dinilai tidak hanya dipengaruhi minat terhadap perangkat berteknologi tinggi, tetapi juga kebutuhan praktis, seperti otomatisasi lampu dan penggunaan kamera keamanan.

Dalam konteks tersebut, pengalaman yang lebih personal menjadi salah satu peluang pengembangan. Voiceprint dapat membuat perangkat menyesuaikan layanan berdasarkan pengguna, sedangkan Voice Cloning berpotensi menghadirkan interaksi yang terasa lebih akrab bagi konsumen Indonesia.

Lawrence mengatakan perkembangan Physical AI akan mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi. Menurut dia, perusahaan yang mampu menghadirkan interaksi natural, personal, dan bermanfaat akan memiliki peluang lebih besar untuk menonjol.

Ia menambahkan, perkembangan ini juga membuka kesempatan bagi produsen perangkat keras untuk mengubah perangkat sehari-hari menjadi pengalaman yang lebih bernilai dan membangun keterlibatan pengguna dalam jangka panjang.

Ekosistem perangkat dan penerapan di Indonesia

Selama IFA 2026, Agora turut menampilkan teknologi dan produk yang mencakup robotika, perangkat pendamping berbasis AI, perangkat keras untuk pengembang, serta wearable.

Sejumlah mitra, antara lain Seeed Studio, Sentino, Espressif, Speedtech, Quectel, dan IntelPro, menyediakan perangkat keras, chipset, konektivitas, serta teknologi pengembangan. Dukungan itu ditujukan untuk membantu pengembang menghadirkan pengalaman percakapan berbasis Agora pada beragam perangkat.

Pelanggan Agora seperti Sweekar, Kata Friends, dan Roboson juga menampilkan produk fisik yang memanfaatkan conversational AI. Irving Gao, Founder dan CEO Takway AI, perusahaan di balik Sweekar, mengatakan pengalaman percakapan menjadi bagian penting dari pengembangan AI companion.

Di Indonesia, infrastruktur Agora sebelumnya telah mendukung layanan interactive live streaming milik everywhere.id, yang sebelumnya bernama GoPlay. Teknologi tersebut digunakan untuk menghadirkan interaksi audiens secara real-time bagi kreator konten dan mitra venue di berbagai wilayah Indonesia.

Sumber: ANTARA News – Terkini

Home Trending Kontak
Exit mobile version